Superkomputer: Menghitung Minimal Poin untuk Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Arief Apriadi

Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:05 WIB
Superkomputer: Menghitung Minimal Poin untuk Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Berapa poin minimal untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026? Simak hasil simulasi Superkomputer Opta soal peluang tim peringkat ketiga terbaik. (dok. FIFA)
baca 10 detik
  • Piala Dunia 2026 menerapkan format baru 48 peserta dengan delapan tim peringkat ketiga terbaik melaju ke babak 32 besar.
  • Simulasi Opta menunjukkan empat poin menjamin kelolosan, sementara tiga poin memiliki peluang 66,77 persen untuk lolos babak gugur.
  • Selisih gol menjadi faktor krusial bagi tim yang mengoleksi poin sama dalam menentukan nasib kelolosan ke fase selanjutnya.

Suara.com - Format baru yang melibatkan 48 peserta pada Piala Dunia 2026 menghadirkan persaingan yang semakin menarik di fase grup.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, delapan tim peringkat ketiga terbaik akan mendapatkan tiket menuju babak 32 besar.

Perubahan format tersebut memunculkan pertanyaan besar di kalangan pencinta sepak bola: berapa poin minimal yang dibutuhkan sebuah tim untuk lolos ke fase gugur melalui jalur peringkat ketiga terbaik?

Untuk menjawab pertanyaan itu, Superkomputer Opta menjalankan 100.000 simulasi pertandingan guna memproyeksikan peluang kelolosan setiap tim berdasarkan jumlah poin dan selisih gol yang dimiliki.

Meski sempat menuai keraguan karena dianggap berpotensi menurunkan kualitas kompetisi, format 48 tim justru menghadirkan kejutan menarik.

Salah satunya adalah penampilan impresif tim debutan seperti Cape Verde yang mampu menahan imbang Spanyol di fase grup.

Berapa Poin Aman untuk Lolos ke Babak 32 Besar?

Erling Haaland di Piala Dunia 2026 (FIFA)
Erling Haaland di Piala Dunia 2026 (FIFA)

Berdasarkan hasil simulasi Opta setelah putaran pertama fase grup, tim peringkat ketiga yang mengumpulkan lima atau enam poin dipastikan lolos ke babak gugur dengan probabilitas 100 persen.

Sementara itu, koleksi empat poin juga tergolong sangat aman. Tim dengan raihan tersebut memiliki peluang lolos mencapai 99,81 persen.

baca juga

Situasi mulai menjadi lebih rumit bagi tim yang hanya mampu mengoleksi tiga poin. Menurut simulasi Opta, peluang lolos tim dengan tiga poin berada di angka 66,77 persen.

Artinya, tiga poin dapat dianggap sebagai batas minimal realistis untuk menjaga peluang lolos tetap terbuka. Namun, tim dengan raihan tersebut harus berharap faktor lain berpihak kepada mereka.

Menariknya, simulasi juga menemukan peluang kecil bagi tim yang hanya mengoleksi dua poin untuk lolos, yakni sebesar 4,66 persen. Bahkan tim dengan satu poin masih memiliki peluang matematis sebesar 0,03 persen, meski sangat sulit terwujud.

Selisih Gol Jadi Penentu Utama

Ketika beberapa tim sama-sama finis di peringkat ketiga dengan tiga poin, selisih gol menjadi faktor yang sangat menentukan.

Tim yang memiliki tiga poin dengan selisih gol positif hampir dipastikan lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.

Bahkan, tim dengan selisih gol nol masih memiliki peluang lolos hingga 94,8 persen. Sementara itu, tim yang mencatatkan selisih gol minus satu (-1) masih memiliki probabilitas lolos sebesar 84,2 persen.

Peluang mulai menurun drastis bagi tim yang memiliki selisih gol minus dua atau lebih buruk. Meski demikian, simulasi menunjukkan bahwa tim dengan selisih gol minus lima masih memiliki peluang lolos sebesar 18,1 persen.

Karena itu, selain berburu poin, setiap gol yang dicetak maupun kebobolan berpotensi menjadi penentu nasib sebuah tim di akhir fase grup.

Format Lama yang Kembali Digunakan FIFA

Sistem kelolosan melalui jalur peringkat ketiga terbaik sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah Piala Dunia.

Format serupa pernah digunakan pada Piala Dunia 1986, 1990, dan 1994 ketika jumlah peserta masih 24 negara. Saat itu, empat tim peringkat ketiga terbaik berhak melaju ke babak 16 besar bersama juara dan runner-up grup.

Namun terdapat perbedaan penting. Pada era tersebut, kemenangan masih bernilai dua poin, sedangkan saat ini FIFA menggunakan sistem tiga poin untuk setiap kemenangan.

Sebagai contoh, Uruguay dan Bulgaria mampu lolos ke fase gugur Piala Dunia 1986 hanya dengan mengumpulkan dua poin hasil dari dua kali imbang.

Kini, dengan jumlah peserta yang meningkat menjadi 48 tim, persaingan untuk memperebutkan tiket babak gugur diprediksi akan jauh lebih ketat. Setiap poin dan setiap gol dapat menjadi pembeda antara kelolosan dan kegagalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemain Kanada yang Cedera Horor Ternyata Rekan Jay Idzes di Sassuolo

Pemain Kanada yang Cedera Horor Ternyata Rekan Jay Idzes di Sassuolo

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:31 WIB

Piala Dunia 2026: Pemain Kanada Alami Cedera Horor Usai Dapat Tekel Sembrono Gelandang Qatar

Piala Dunia 2026: Pemain Kanada Alami Cedera Horor Usai Dapat Tekel Sembrono Gelandang Qatar

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:53 WIB

Republik Ceko Ditahan Afrika Selatan 1-1, Persaingan Grup A Piala Dunia 2026 Makin Ketat

Republik Ceko Ditahan Afrika Selatan 1-1, Persaingan Grup A Piala Dunia 2026 Makin Ketat

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:19 WIB

Thomas Tuchel Ungkap Kekurangan Inggris Usai Hajar Kroasia, Soroti Masalah Mentalitas

Thomas Tuchel Ungkap Kekurangan Inggris Usai Hajar Kroasia, Soroti Masalah Mentalitas

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:10 WIB

Kiper Tanjung Verde Bahagia Sang Ibu Akhirnya Dapat Visa AS, Bisa Saksikan Langsung Piala Dunia

Kiper Tanjung Verde Bahagia Sang Ibu Akhirnya Dapat Visa AS, Bisa Saksikan Langsung Piala Dunia

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:09 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×