-
Pelatih Swiss sukses memanfaatkan jeda hidrasi FIFA sebagai momentum perubahan taktik yang mematikan.
-
Johan Manzambi tampil gemilang dengan mencetak dua gol setelah masuk sebagai pemain pengganti.
-
Kemenangan telak atas Bosnia membawa Swiss melesat ke posisi puncak klasemen grup.
Aksi memukau pemuda asal Jenewa tersebut menuai pujian khusus dari sang arsitek strategi pertandingan.
"Dia adalah anak yang belajar bermain sepak bola di jalanan, tetapi dalam bertahan dia juga memiliki disiplin yang tinggi," ujar Yakin.
"Dia masih perlu belajar untuk tampil lebih terstruktur, tetapi kami sedang membuat kemajuan. Kami mencoba memberinya banyak kebebasan bermain, dan dia mengatasinya dengan sangat baik."
Pesta gol ditutup oleh eksekusi penalti kapten Granit Xhaka menjelang peluit panjang ditiup.
Bosnia hanya mampu memperkecil kekalahan lewat gol larut yang dicetak oleh Ermin Mahmic.
Kemenangan telak 4-1 ini mengantarkan Swiss melesat ke posisi puncak klasemen grup mereka.
Hasil positif ini sekaligus meredakan keraguan publik setelah Swiss ditahan imbang Qatar pekan lalu.
Di sisi lain, kekalahan ini menghentikan rekor tidak terkalahkan Bosnia dalam 9 laga kompetitif.
"Mungkin awal kami tidak terlalu baik, tetapi sejak jeda pendinginan pertama hingga terjadinya gol, kami adalah tim yang lebih baik," kata pelatih Bosnia, Sergej Barbarez.
"Kami memiliki 2 atau 3 peluang emas yang seharusnya berbuah gol. ... Ini pertandingan pertama yang kami kalahkan setelah sekian lama, dan ini menyakitkan. Ini cukup menyakitkan, tetapi kami tahu jika kami memenangkan pertandingan berikutnya, kami memiliki peluang besar untuk melaju di turnamen ini."
Laga ini juga diwarnai penampilan kapten Edin Dzeko yang mencatat sejarah di usia 40 tahun.
