- Koki Diego Iacovone telah melayani Timnas Argentina sejak tahun 1999 hingga persiapan Piala Dunia 2026 mendatang.
- Iacovone menyajikan hidangan khas Argentina untuk mempererat kebersamaan para pemain dan staf tim di berbagai turnamen.
- Dedikasi Iacovone dalam menyediakan konsumsi berkualitas tinggi terbukti sukses mendukung tim meraih gelar juara dunia sepak bola.
Suara.com - Di balik kesuksesan Timnas Argentina di Piala Dunia, ada sosok tak terduga yang menjadi bagian penting La Albiceleste.
Sosok ini bukan pemain ataupun staf pelatih melainkan seorang koki bernama Diego Iacovone.
Selama lebih dari dua dekade, Iacovone setia menyajikan hidangan yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga mempererat kebersamaan para pemain.
Iacovone pertama kali bergabung dengan federasi pada 1999, di era pelatih Marcelo Bielsa.
Sebelumnya, ia sempat bekerja di hotel hingga pernah menjadi juru masak di lembaga intelijen Argentina, menyiapkan hidangan untuk para diplomat.
![Lionel Scaloni mengaku lega setelah Argentina menang 3-0 atas Islandia. La Albiceleste bebas cedera dan siap menghadapi Aljazair di Piala Dunia 2026. [Dok. afaseleccion]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/11/33937-lionel-scaloni-timnas-argentina.jpg)
Sejak saat itu, kehadirannya tak pernah absen dalam perjalanan tim, termasuk di berbagai turnamen besar dunia.
Bahkan, Lionel Messi dan rekan-rekannya menjadikan momen makan bersama sebagai ritual penting, dengan Iacovone sebagai pusatnya.
“Apa menu hari ini?” menjadi sapaan khas para pemain setiap kali berkumpul.
Di balik panggangan, Iacovone menyajikan berbagai menu khas Argentina seperti entrana, asado, hingga aneka jeroan yang menjadi favorit skuad.
Tak hanya sekadar koki, ia juga dianggap sebagai jimat keberuntungan tim.
Dalam perjalanannya, Iacovone telah melewati berbagai era kepelatihan, mulai dari Diego Maradona hingga Lionel Scaloni, dan tetap menjadi bagian dari tim hingga Piala Dunia 2026.
Pada Piala Dunia sebelumnya, federasi bahkan membawa lebih dari dua ton daging khas Argentina untuk memastikan kualitas hidangan tetap terjaga.
Langkah itu terbukti sukses, mengiringi perjalanan tim hingga meraih gelar juara dunia.
