- Pub The Dubliner di Boston menutup operasional pada Rabu, 24 Juni 2026, untuk memberikan istirahat bagi stafnya.
- Penutupan dilakukan saat pertandingan Inggris melawan Ghana setelah dua pekan melayani kepadatan suporter Timnas Skotlandia.
- Keputusan tersebut memicu beragam reaksi publik di media sosial sementara pendukung Skotlandia melanjutkan perjalanan menuju Miami.
Suara.com - Sebuah pub di Boston, Amerika Serikat, yang dikenal sebagai salah satu pusat berkumpulnya pendukung Timnas Skotlandia selama Piala Dunia 2026, menjadi sorotan setelah memutuskan tutup pada hari pertandingan Timnas Inggris melawan Ghana.
The Dubliner, pub bergaya Irlandia yang berlokasi di Massachusetts, mengumumkan penutupan operasional selama satu hari dengan alasan memberikan waktu istirahat kepada para karyawan yang telah bekerja intensif selama dua pekan terakhir melayani gelombang pendukung Skotlandia atau "Tartan Army".
Melansir Dailyrecord, Rabu (24/6/2026), selama lebih dari sepekan, tempat tersebut dipadati suporter Skotlandia yang datang untuk mendukung tim asuhan Steve Clarke.
Kehadiran mereka bahkan disebut mendapat sambutan hangat dari warga setempat hingga menciptakan hubungan erat antara para pendukung Skotlandia dan Kota Boston.
Popularitas "Tartan Army" di kota tersebut semakin terlihat setelah Wali Kota Boston mengumumkan kemitraan kota kembar dengan Glasgow.
Langkah itu muncul di tengah antusiasme warga yang berharap para pendukung Skotlandia memperpanjang masa tinggal mereka sebelum melanjutkan perjalanan ke Miami.
Keputusan The Dubliner untuk tutup bertepatan dengan pertandingan Inggris kontra Ghana memicu berbagai reaksi di media sosial.
Dalam unggahan video yang beredar di platform X, pintu pub tampak tertutup dengan pemberitahuan bahwa tempat tersebut tidak beroperasi guna memberikan waktu istirahat bagi staf.
Pihak pengelola juga menjelaskan melalui akun Instagram resmi bahwa seluruh karyawan berhak mendapatkan waktu libur setelah bekerja keras selama dua minggu terakhir melayani lonjakan pengunjung.
Dalam unggahan yang sama, mereka menambahkan kalimat bernada bercanda yang menyebut tidak ada kegiatan penting di Boston pada hari itu dan menyertakan tagar #NoScotlandNoParty, yang kemudian memicu berbagai tanggapan dari pengguna media sosial.
Banyak pendukung Skotlandia mengapresiasi keputusan tersebut dan memuji keramahan serta pelayanan yang diberikan The Dubliner selama turnamen berlangsung.
Di sisi lain, sejumlah pendukung Inggris menilai keputusan itu sebagai hak pengelola usaha, meski beberapa di antaranya mengaku kecewa.
Tidak hanya The Dubliner, sejumlah bar lain di Boston juga dilaporkan menutup operasional lebih awal pada malam pertandingan Inggris melawan Ghana yang berakhir dengan skor imbang 0-0.
Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan ratusan pendukung Inggris berkumpul di kawasan pusat kota setelah sejumlah tempat hiburan menghentikan layanan lebih cepat dari biasanya.
Dalam salah satu rekaman, antrean panjang terlihat di luar beberapa bar yang telah menutup pintu pada pukul 22.00 waktu setempat.
Sementara itu, para pendukung Skotlandia telah melanjutkan perjalanan menuju Miami untuk mendukung tim mereka pada laga terakhir fase grup.
Tim asuhan Steve Clarke dijadwalkan menghadapi Brasil di Stadion Miami dalam pertandingan penentuan sebelum memasuki fase gugur Piala Dunia 2026.
