- Timnas Meksiko melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup A dengan koleksi sembilan poin sempurna.
- Meksiko mencetak sejarah dengan menyapu bersih kemenangan fase grup tanpa kebobolan satu gol pun sepanjang tiga pertandingan tersebut.
- Guillermo Ochoa mencatatkan rekor enam edisi Piala Dunia, sementara Gilberto Mora menjadi starter termuda Meksiko dalam sejarah turnamen tersebut.
Suara.com - Timnas Meksiko menutup perjalanan mereka di Grup A Piala Dunia 2026 dengan cara yang impresif. El Tri sukses menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan kemenangan, termasuk saat mengalahkan Republik Ceko 3-0 di Mexico City Stadium.
Hasil tersebut memastikan Meksiko melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup dengan koleksi sembilan poin sempurna. Lebih istimewa lagi, mereka berhasil menjaga gawang tetap steril sepanjang fase grup tanpa kebobolan satu gol pun.
Berdasarkan data statistik Opta, pencapaian ini menjadi kali pertama dalam sejarah Meksiko mampu memenangkan seluruh pertandingan pada fase grup Piala Dunia.
Guillermo Ochoa dan Gilberto Mora Cetak Sejarah

Momen spesial terjadi pada penghujung pertandingan ketika kiper veteran Guillermo Ochoa masuk menggantikan rekannya untuk menjaga gawang Meksiko.
Penampilan tersebut membuat Ochoa sejajar dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai pemain yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Tak hanya itu, pada usia 40 tahun 346 hari, Ochoa juga resmi menjadi pemain tertua yang pernah membela Timnas Meksiko di ajang Piala Dunia, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Rafael Marquez pada edisi 2018.
Sementara itu, bintang muda Gilberto Mora juga mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Pada usia 17 tahun 253 hari, ia menjadi starter termuda Meksiko sepanjang sejarah Piala Dunia.
Bahkan, Mora tercatat sebagai pemain termuda yang menjadi starter di putaran final Piala Dunia sejak Femi Opabunmi membela Nigeria pada tahun 2002.
Dominasi El Tri dan Rekor Clean Sheet
Meksiko membuka keunggulan pada menit ke-55 melalui Mateo Chávez setelah menerima umpan matang dari Luis Romo.
Gol tersebut menjadikan Chávez sebagai pencetak gol termuda Meksiko di Piala Dunia sejak Javier "Chicharito" Hernandez pada edisi 2010.
Lima menit berselang, Julián Quiñones menggandakan keunggulan El Tri lewat penyelesaian jarak dekat di depan gawang Republik Ceko.
Catatan tersebut membuat Quiñones menjadi pemain Meksiko pertama sejak Chicharito yang mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu edisi Piala Dunia dalam kurun 16 tahun terakhir.
Pesta kemenangan Meksiko kemudian ditutup Álvaro Fidalgo yang mencetak gol ketiga setelah masuk sebagai pemain pengganti. Ia menjadi pemain cadangan keenam dalam sejarah Meksiko yang berhasil mencetak gol di ajang Piala Dunia.
Selain tajam di lini depan, Meksiko juga menunjukkan pertahanan yang sangat solid. El Tri mencatatkan tiga clean sheet beruntun di fase grup untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Meksiko dengan expected goals (xG) mencapai 1,79, jauh lebih tinggi dibandingkan Republik Ceko yang hanya mencatatkan 0,47.
Juara Grup A dan Siap Hadapi Fase Gugur
Kemenangan atas Republik Ceko memastikan Meksiko finis di puncak klasemen Grup A dengan poin sempurna. Di sisi lain, Republik Ceko harus mengakhiri perjalanan mereka setelah hanya mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan.
Afrika Selatan menjadi tim kedua yang lolos dari Grup A setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Korea Selatan pada pertandingan lainnya.
Menariknya, Meksiko kini telah mencatatkan 13 pertandingan Piala Dunia secara beruntun tanpa kebobolan pada babak pertama, menunjukkan betapa solidnya organisasi pertahanan tim asuhan Javier Aguirre.
Dengan performa impresif, rekor demi rekor yang tercipta, serta kombinasi pemain muda dan senior yang tampil gemilang, El Tri kini menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai pada fase gugur Piala Dunia 2026.
Publik sepak bola Meksiko pun berharap ketajaman lini depan dan kokohnya pertahanan tim dapat membawa mereka melangkah lebih jauh dan mengakhiri kutukan yang selama ini menghambat perjalanan mereka di turnamen terbesar dunia tersebut.
