- Argentina mengalahkan Mesir 3-2 di Stadion Atlanta untuk memastikan tiket perempat final Piala Dunia 2026.
- Pertandingan diwarnai kontroversi keputusan wasit, termasuk dianulirnya gol Mesir dan penolakan penalti krusial oleh VAR.
- Kemenangan Argentina mengantarkan mereka menghadapi Swiss, sementara Mesir tersingkir dari kompetisi sepak bola dunia tersebut.
Suara.com - Timnas Argentina menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia setelah bangkit mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Namun, kemenangan La Albiceleste di Stadion Atlanta tersebut dibayangi sederet keputusan kontroversial wasit yang memicu perdebatan di kalangan pencinta sepak bola.
Mengutip laporan Al Jazeera, kubu Mesir merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan pengadil lapangan sepanjang pertandingan.
Skuad asuhan Hossam Hassan sempat unggul 2-0 sebelum Argentina membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol dalam rentang waktu 13 menit.
Gol Mostafa Ziko Dianulir VAR

Kontroversi pertama muncul ketika gol penyerang Mesir, Mostafa Ziko, dianulir saat timnya masih unggul 1-0.
Ziko sempat merayakan gol hasil umpan Mohamed Salah dengan melepas jersey di pinggir lapangan.
Namun, VAR kemudian melakukan peninjauan dan wasit membatalkan gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez, pada awal proses serangan.
Keputusan tersebut memicu perdebatan karena sebagian pihak menilai insiden itu sudah terlalu jauh dari momen terciptanya gol.
Meski demikian, berdasarkan Laws of the Game IFAB, VAR memang dapat meninjau pelanggaran yang terjadi dalam fase pembangunan serangan sebelum gol tercipta.
Mesir Dihujani Kartu Kuning
Kekecewaan kubu Mesir semakin bertambah ketika wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning kepada para pemain mereka pada babak kedua.
Kartu kuning diberikan kepada kiper Mostafa Shobeir, Hamdi Fathy, dan Marwan Attia dalam waktu yang relatif berdekatan.
Pelatih Hossam Hassan juga mendapat kartu kuning setelah melayangkan protes keras dari area teknis.
Situasi tersebut membuat Mohamed Salah harus berulang kali menenangkan rekan-rekannya agar tidak terpancing emosi.
