- Granit Xhaka menyebut skuad Swiss saat ini sebagai generasi paling spesial setelah menembus perempat final Piala Dunia 2026.
- Swiss melaju ke perempat final usai mengalahkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama pertandingan.
- Timnas Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina di Stadion Arrowhead, Kansas, pada Minggu, 12 Juli 2026 mendatang.
Suara.com - Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka, memberikan apresiasi tinggi kepada rekan-rekan setimnya yang ia sebut sebagai generasi paling spesial dalam sejarah sepak bola negaranya.
Pernyataan emosional itu disampaikan setelah Swiss memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Mengutip laman resmi FIFA, Xhaka menilai Swiss telah menunggu sangat lama untuk memiliki skuad dengan kualitas seperti saat ini.
Pemain Sunderland tersebut berharap regenerasi pemain berbakat di masa depan tidak lagi memerlukan waktu selama yang dialami generasi sekarang.
Menurut Xhaka, kekuatan utama Swiss terletak pada perpaduan harmonis antara pemain senior dan para talenta muda.
Sinergi Pemain Senior dan Muda Jadi Kekuatan Swiss
"Kami, para pemain yang lebih berpengalaman, terus didorong oleh pemain-pemain yang lebih muda, dan pada saat yang sama, kami harus memberikan contoh nyata setiap hari serta di setiap pertandingan," ujar Granit Xhaka dikutip dari Antara.
Ia menilai pengalaman para pemain senior menjadi fondasi penting bagi stabilitas tim ketika menghadapi tekanan di turnamen sebesar Piala Dunia.
Swiss baru saja mengakhiri penantian selama 72 tahun untuk kembali menembus babak perempat final Piala Dunia.
Prestasi tersebut diraih setelah Die Nati menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti pada babak 16 besar.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 lewat adu penalti.
Siap Hadapi Tantangan Argentina
Xhaka menegaskan bahwa dirinya bersama pemain-pemain senior akan terus membimbing generasi muda agar mampu membawa Swiss bersaing di level tertinggi.
Ia yakin skuad asuhan Murat Yakin memiliki kemampuan untuk menghadapi tim mana pun.
"Mulai dari staf pelatih hingga pemain terakhir, kita semua bisa bangga atas pencapaian kita," tutur Xhaka.
Menurutnya, keberhasilan lolos ke delapan besar merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim sejak fase persiapan hingga turnamen berlangsung.
Kini, Swiss bersiap menghadapi tantangan terbesar mereka di babak perempat final, yakni melawan juara bertahan Argentina yang dipimpin Lionel Messi.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas, pada Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB.
Meski kembali berstatus underdog, Xhaka optimistis Swiss mampu memberikan perlawanan dan melanjutkan perjalanan bersejarah mereka di Piala Dunia 2026.
