- Argentina mengalahkan Mesir 3-2 di Stadion Atlanta pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 melalui tiga gol dramatis.
- Mostafa Zico dan pelatih Hossam Hassan mengecam wasit Francois Letexier atas berbagai keputusan kontroversial yang merugikan tim Mesir.
- Kemenangan Argentina mengantarkan mereka ke perempat final, namun hasil pertandingan tersebut menyisakan polemik terkait kepemimpinan wasit yang dianggap tidak adil.
Suara.com - Bintang Timnas Mesir, Mostafa Zico, meluapkan kemarahan usai timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara emosional setelah pertandingan di Stadion Atlanta, penyerang berusia 24 tahun itu mengaku sangat kecewa dan menilai timnya dirugikan oleh keputusan wasit.
Argentina yang dipimpin Lionel Messi berhasil bangkit lewat tiga gol pada menit ke-79, 83, dan 90+3 untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan tiket ke perempat final.
Namun, kemenangan sang juara bertahan dinilai dibayangi sejumlah keputusan kontroversial wasit asal Prancis, Francois Letexier.
Gol Dianulir dan Penalti yang Diperdebatkan
Mostafa Zico menjadi sorotan setelah golnya dianulir akibat pelanggaran terhadap Lisandro Martinez pada awal proses serangan.
Jurnalis senior Inggris, Henry Winter, bahkan menyindir keputusan tersebut melalui media sosial.
"Jika VAR menarik waktu lebih jauh lagi dalam skema serangan Mesir itu, maka mumi Tutankhamun pun akan ikut terlibat," tulis Henry Winter.
Winter juga menilai penyelesaian akhir Zico layak menjadi salah satu gol terbaik di Piala Dunia 2026 apabila tidak dianulir.
Ironisnya, Zico sempat menerima kartu kuning karena melepas jersey saat merayakan gol yang kemudian dibatalkan.
Meski akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-67, Zico tetap kecewa karena Mesir merasa tidak mendapat keadilan, terutama setelah wasit tidak memberikan penalti saat Mohamed Salah dijatuhkan di kotak terlarang.
Kontroversi kembali muncul menjelang gol kemenangan Argentina. Kubu Mesir menilai terjadi tarikan jersey Alexis Mac Allister terhadap Hamdy Fathy sebelum Enzo Fernandez mencetak gol penentu.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi di babak kedua. Hal-hal aneh terjadi dan semua orang melihatnya dengan sangat jelas," ujar Mostafa Zico, dikutip dari Al Jazeera.
Ia bahkan melontarkan sindiran tajam kepada Argentina.
"Wasit telah merampok kerja keras seluruh bangsa. Selamat Argentina atas gelar juara dunia kalian," tambah Zico.
Menurutnya, hasil pertandingan akan lebih mudah diterima apabila Argentina menang murni karena kualitas permainan mereka.
Hossam Hassan Ikut Semprot FIFA
Nada serupa juga disampaikan pelatih Mesir, Hossam Hassan.
Ia menilai timnya mengalami ketidakadilan sepanjang pertandingan dan menuding ada kepentingan untuk menjaga Argentina serta Lionel Messi tetap bertahan di turnamen.
"Saya tidak ingin berbasa-basi soal nasib buruk. Kami telah dicurangi secara tidak adil hari ini dan kami menderita ketidakadilan," tegas Hossam Hassan.
Ia juga mempertanyakan keputusan wasit yang enggan meninjau beberapa insiden penting melalui VAR.
"Mungkin mereka memang ingin mempertahankan sang juara bertahan di kompetisi ini, mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan juara," sindirnya kepada BeIN Sports.
Hassan bahkan menyatakan tidak akan lagi mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes.
Selain mengkritik kepemimpinan wasit, ia juga menyoroti jadwal pertandingan siang hari yang dinilai sangat memberatkan kondisi fisik para pemain.
Kekalahan ini mengakhiri langkah Mesir di Piala Dunia 2026, sementara Argentina melaju ke babak perempat final dengan menyisakan polemik panjang terkait kepemimpinan wasit.
