- Presiden FIFA Gianni Infantino berencana membahas wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 negara setelah turnamen 2026.
- Kebijakan perluasan jumlah peserta bertujuan memberikan kesempatan bagi negara-negara berkembang untuk berpartisipasi dalam panggung sepak bola dunia.
- Piala Dunia 2026 di Amerika Utara diproyeksikan menghasilkan pendapatan fantastis hingga mencapai angka 17,32 miliar dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberi sinyal bahwa otoritas sepak bola dunia itu akan membahas wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 negara.
Wacana tersebut muncul di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat yang untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 tim nasional.
Infantino menegaskan, pembahasan mengenai kemungkinan perluasan format turnamen akan menjadi salah satu agenda FIFA setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Meski format 48 tim sempat menuai kritik, Infantino menilai antusiasme publik menunjukkan bahwa inklusivitas menjadi salah satu kunci perkembangan sepak bola dunia.
"Ini adalah semua masalah yang akan kami periksa setelah Piala Dunia," ujar Gianni Infantino dalam wawancara dengan stasiun televisi Swiss, Blue Sport.
Mimpi bagi Negara-Negara Kecil
![Timnas Argentina vs Tanjung Verde di laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7/2026). [Dok. FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/04/66073-timnas-argentina-vs-tanjung-verde-lionel-messi.jpg)
Infantino menegaskan pentingnya membuka peluang bagi lebih banyak negara untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia, bukan hanya didominasi negara-negara tradisional dari Eropa dan Amerika Selatan.
Menurutnya, setiap negara berhak memiliki mimpi untuk tampil di Piala Dunia.
"Setiap bangsa harus diizinkan untuk bermimpi berpartisipasi dalam Piala Dunia," tegas Gianni Infantino.
Ia juga menilai kualitas sepak bola di berbagai benua terus mengalami peningkatan. Karena itu, memberikan kesempatan tampil di Piala Dunia dapat menjadi dorongan bagi negara-negara berkembang untuk terus meningkatkan kualitas sepak bola mereka.
Format 48 Tim Dinilai Sukses
Infantino menyebut Piala Dunia 2026 sebagai turnamen yang kompetitif. Ia menyoroti fakta bahwa wakil dari setiap konfederasi mampu mencetak gol dan meraih poin selama turnamen berlangsung.
Salah satu sorotan datang dari Afrika. Menurut Infantino, sembilan dari sepuluh wakil Afrika berhasil lolos ke fase gugur.
"Itu menunjukkan betapa pentingnya menyertakan semua tim, untuk memberi mereka kesempatan berpartisipasi," tambahnya.
Sebelum edisi 2026, Piala Dunia terakhir kali menambah jumlah peserta pada 1998, dari 24 menjadi 32 tim. Kini jumlah peserta bertambah menjadi 48 negara.
Infantino Juga Singgung Aturan dan Harga Tiket
Selain membahas format turnamen, Infantino turut menanggapi kritik terkait aturan jeda rehidrasi (hydration breaks) yang diterapkan selama Piala Dunia 2026.
Ia menepis anggapan bahwa kebijakan tersebut dibuat demi kepentingan iklan televisi dan menegaskan bahwa keselamatan pemain tetap menjadi prioritas utama.
"Kami tidak ingin membuat segalanya sempurna, kami suka memberikan sesuatu kepada semua orang untuk tidak disetujui... tidak, bercanda saja," kata Infantino.
Terkait harga tiket yang dinilai mahal, ia mengatakan tingkat keterisian stadion hampir mencapai 100 persen. Menurutnya, harga tiket ditentukan berdasarkan kajian para ahli serta tingginya permintaan pasar, bahkan banyak tiket dijual kembali dengan harga lebih tinggi di pasar sekunder.
FIFA Bidik Pendapatan Fantastis
Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi salah satu turnamen paling menguntungkan dalam sejarah FIFA.
Infantino memperkirakan ajang yang berlangsung selama 39 hari itu akan menghasilkan pendapatan sekitar 13 hingga 14 miliar franc Swiss.
Jika dikonversi ke dolar Amerika Serikat, nilainya berkisar antara 16,08 miliar hingga 17,32 miliar dolar AS. Dengan asumsi kurs Rp18.142 per dolar AS, pendapatan tersebut setara sekitar Rp291,7 triliun hingga Rp314,2 triliun.
"Itu cukup memuaskan," ujar Gianni Infantino.
Piala Dunia berikutnya pada 2030 akan digelar bersama oleh Maroko, Portugal, dan Spanyol, sedangkan edisi 2034 akan berlangsung di Arab Saudi.
