- Timnas Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 di Miami usai mengalahkan Norwegia dengan skor akhir 2-1.
- Jude Bellingham mencetak dua gol kemenangan namun terlibat perselisihan dengan pelatih Thomas Tuchel terkait evaluasi pertandingan.
- Tuchel mengkritik performa buruk tim, sementara Bellingham menekankan pentingnya aspek mental dalam meraih kemenangan yang sangat sulit.
Suara.com - Timnas Inggris berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menang 2-1 atas Norwegia.
Namun, kemenangan tersebut justru diwarnai ketegangan antara pelatih Thomas Tuchel dengan Jude Bellingham.
Bellingham tampil gemilang dengan mencetak dua gol penentu kemenangan di Miami. Performa impresif itu membawa Inggris menantang Argentina di babak empat besar.
Meski lolos, Tuchel secara terbuka mengkritik penampilan timnya.
“Hasilnya fantastis, tapi saya tidak puas dengan performa. Kami terlalu ceroboh, banyak kesalahan teknis, kurang cepat dan tidak konsisten,” ujarnya.
Pelatih asal Jerman itu bahkan menilai timnya beruntung bisa menang.
![Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia diwarnai kontroversi tak biasa. [Dok FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/12/44938-jude-bellingham.jpg)
Tuchel menegaskan Inggris membuat situasi menjadi sulit karena kesalahan sendiri sepanjang pertandingan.
Komentar tersebut rupanya tidak diterima baik oleh Bellingham.
Gelandang Real Madrid itu merespons singkat namun tajam saat ditanya soal kritik pelatihnya.
“Ya, terserah. Tidak masalah,” ucap Bellingham dengan gestur yang disebut media Inggris menunjukkan ketidaksenangan.
Tak berhenti di situ, Bellingham memberikan balasan lebih tegas.
“Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu melawan Haaland, Odegaard, Nusa, dan Sorloth,” katanya.
Ia juga membela rekan-rekannya dan menilai kemenangan tidak selalu harus diraih dengan permainan indah.
“Kadang Anda harus menang dengan cara sulit, dan kami melakukannya,” tegasnya.
Bellingham menekankan aspek mental sebagai kunci kemenangan Inggris.
Menurutnya, kemampuan menghadapi tekanan dan bangkit dari situasi sulit menjadi faktor utama keberhasilan tim.
