- Prancis dan Spanyol akan bertanding pada semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium untuk memperebutkan tiket final.
- Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menegaskan timnya siap menghadapi Prancis dengan bermodalkan kemenangan pada dua pertemuan kompetitif sebelumnya.
- Superkomputer Opta memprediksi Prancis unggul 57,1 persen untuk lolos ke final dibandingkan Spanyol dalam simulasi pertandingan tersebut.
Suara.com - Dunia sepak bola tertuju ke Dallas Stadium yang akan menjadi panggung duel dua kandidat kuat juara dunia, Prancis dan Spanyol, pada semifinal Piala Dunia 2026.
Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, melancarkan psywar dengan menyebut timnya sebagai penghalang utama ambisi Prancis menjadi juara dunia.
Pernyataan tersebut seolah mengesampingkan kekuatan Inggris dan Argentina yang juga masih bersaing di babak semifinal.
Yamal menilai Les Bleus memiliki peluang besar mengangkat trofi jika mampu melewati hadangan La Roja.
![Prancis vs Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan duel lini serang paling tajam melawan pertahanan terbaik. Siapa yang berhak ke final? [Dok. GeminiAi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/14/96980-prancis-vs-spanyol.jpg)
“Hanya ada dua kemungkinan: entah mereka (Prancis) mencapai final Piala Dunia tiga kali berturut-turut, atau kami mengalahkan mereka tiga kali,” ujar Lamine Yamal, dikutip dari Opta.
Remaja berusia 19 tahun itu menegaskan skuad asuhan Luis de la Fuente memiliki mentalitas yang kuat untuk menghadapi nama besar Prancis.
“Saya tidak tahu apa yang mungkin terjadi, tetapi kami sama sekali tidak merasa takut,” tegas Yamal.
Spanyol Punya Modal Positif atas Prancis
Kepercayaan diri Yamal didukung catatan apik Spanyol yang berhasil mengalahkan Prancis dalam dua pertemuan kompetitif terakhir.
La Roja menyingkirkan Les Bleus di semifinal Euro 2024 melalui kemenangan 2-1 di Munich.
Tren positif tersebut berlanjut pada final UEFA Nations League 2025 saat Spanyol menang dramatis 5-4.
Namun, di ajang Piala Dunia, Prancis masih unggul setelah menang 3-1 atas Spanyol pada babak 16 besar edisi 2006.
Duel di Dallas diprediksi menjadi pertarungan taktik antara dua kekuatan sepak bola terbaik Eropa saat ini.
Superkomputer Opta Lebih Jagokan Prancis
Meski Spanyol memiliki modal kemenangan beruntun, Superkomputer Opta justru lebih mengunggulkan Prancis.
Dari 25.000 simulasi yang dilakukan, Les Bleus memiliki peluang menang dalam waktu normal sebesar 43,9 persen.
Sementara peluang Spanyol memenangkan pertandingan dalam 90 menit berada di angka 29,0 persen.
Kemungkinan laga berlanjut ke babak tambahan waktu mencapai 27,1 persen.
Secara keseluruhan, probabilitas Prancis lolos ke final mencapai 57,1 persen.
Mbappe dan Deschamps Bidik Rekor Baru
Prancis juga menjadi favorit juara dengan peluang sebesar 34,6 persen, sedangkan Spanyol berada di angka 23,8 persen.
Skuad asuhan Didier Deschamps mengincar sejarah sebagai tim Eropa kedua yang mampu meraih tujuh kemenangan beruntun di Piala Dunia setelah Italia.
Jika mampu melaju ke final, Prancis akan menyamai rekor Brasil dan Jerman yang pernah tampil pada tiga final Piala Dunia secara beruntun.
Laga ini juga menjadi momen spesial bagi Didier Deschamps yang akan menjalani pertandingan ke-26 di putaran final Piala Dunia, terbanyak sepanjang sejarah.
Sementara itu, Kylian Mbappe dipastikan dalam kondisi bugar meski sempat mengalami masalah ringan pada pergelangan kaki di laga perempat final melawan Maroko.
Benturan Lini Serang dan Pertahanan Terbaik
Mbappe yang telah mengoleksi delapan gol masih bersaing dengan Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Kolaborasinya bersama Ousmane Dembele juga menjadi ancaman serius setelah keduanya menciptakan 19 peluang berbahaya sepanjang turnamen.
Namun, Prancis akan menghadapi pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026. Spanyol baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Luis de la Fuente juga mencatatkan rekor impresif dengan 13 pertandingan tanpa kekalahan di turnamen mayor.
Selain itu, Spanyol masih memiliki senjata dari bangku cadangan, yakni Mikel Merino, yang beberapa kali menjadi penentu kemenangan di fase gugur.
