- Inggris dan Argentina akan bertanding pada babak semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Atlanta Stadium.
- Data Opta mencatat Inggris memiliki rekor pertemuan lebih unggul dengan hanya menelan dua kekalahan dari 14 pertandingan.
- Timnas Inggris mengandalkan Harry Kane dan Jude Bellingham, sementara Argentina tetap bergantung pada ketajaman kapten Lionel Messi.
Suara.com - Dunia sepak bola kembali menantikan duel klasik antara Inggris dan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Atlanta Stadium.
Meski Argentina datang sebagai juara bertahan, catatan sejarah menunjukkan Inggris memiliki rekor yang lebih baik saat menghadapi La Albiceleste.
Berdasarkan data Opta, Inggris hanya menelan dua kekalahan dari total 14 pertemuan internasional melawan Argentina.
Sementara itu, The Three Lions mengoleksi enam kemenangan dan enam hasil imbang.
Menariknya, salah satu dari dua kekalahan tersebut terjadi dalam laga yang dikenang sebagai salah satu pertandingan paling kontroversial dalam sejarah sepak bola, yakni saat Diego Maradona mencetak gol "Tangan Tuhan".
Gol 'Tangan Tuhan' Masih Membekas
![Pertemuan Lionel Messi dengan Donald Trump di Gedung Putih memicu gelombang kritik dari sebagian penggemar sepak bola di sosial media. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/07/15310-maradona-messi.jpg)
Kekalahan terakhir Inggris dari Argentina dalam waktu normal terjadi pada babak perempat final Piala Dunia 1986.
Saat itu, Diego Maradona mencetak gol pembuka dengan menyentuh bola menggunakan tangan sebelum melewati kiper Peter Shilton.
Meski tayangan ulang menunjukkan adanya pelanggaran, wasit tetap mengesahkan gol tersebut dan Argentina akhirnya menang 2-1.
Sejak pertandingan di Meksiko itu, Inggris tidak pernah lagi kalah dari Argentina dalam waktu normal pada lima pertemuan berikutnya.
Bahkan, pada Piala Dunia 2002, Inggris sukses membalas kekalahan tersebut melalui gol penalti David Beckham yang memastikan kemenangan 1-0.
Rekor Pertemuan Berpihak ke Inggris
Data Opta juga menunjukkan Inggris menjadi salah satu lawan yang paling sulit ditaklukkan Argentina.
Dari tim-tim yang telah dihadapi minimal tiga kali, persentase kemenangan Argentina atas Inggris hanya mencapai 20 persen.
Persentase tersebut lebih rendah dibandingkan rekor mereka saat menghadapi Italia, Jerman, maupun Belanda.
Modal sejarah ini menjadi tambahan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Thomas Tuchel yang tengah berusaha mengakhiri penantian panjang Inggris untuk kembali menjadi juara dunia.
Kane-Bellingham Jadi Andalan Tiga Singa
Inggris melaju ke semifinal dengan mengandalkan duet Harry Kane dan Jude Bellingham.
Keduanya mencetak sejarah sebagai rekan setim pertama yang sama-sama mengoleksi minimal enam gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Jude Bellingham juga sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak gol pada dua pertandingan terakhir.
Sementara Harry Kane berpeluang mencatatkan penampilan internasional ke-121 yang akan menjadikannya pemain nonkiper dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Timnas Inggris.
Selain itu, kreativitas Bukayo Saka turut menjadi senjata utama dengan rata-rata 1,01 assist per 90 menit, terbaik di antara pemain Inggris sejak 1966.
Argentina Andalkan Lionel Messi
Di sisi lain, Argentina tetap menjadi ancaman serius.
Tim asuhan Lionel Scaloni berstatus sebagai tim paling produktif di Piala Dunia 2026 dengan koleksi 17 gol.
Lionel Messi memimpin daftar top skor sementara dengan delapan gol dan dipastikan menjadi pemain yang paling diwaspadai lini pertahanan Inggris.
Kapten Argentina itu juga menyamai rekor kontribusi gol terbanyak dalam dua edisi Piala Dunia berbeda.
Dengan sejarah panjang, rivalitas tinggi, serta kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, duel Inggris kontra Argentina diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbaik di Piala Dunia 2026.
