- Timnas Prancis tersingkir dari semifinal Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 melawan Spanyol di Stadion AT&T, Arlington.
- Pelatih Didier Deschamps mengkritik buruknya kualitas operan dan performa lini depan yang menyebabkan Prancis gagal menciptakan peluang gol.
- Kekalahan ini menghentikan langkah Prancis menuju final dan membuat mereka akan melakoni laga perebutan tempat ketiga di Miami.
Suara.com - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, secara terbuka mengkritik performa lini depan anak asuhnya setelah disingkirkan Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026.
Juru taktik Les Bleus itu menilai barisan penyerangnya, termasuk Kylian Mbappe dan Michael Olise, tampil jauh di bawah standar sehingga gagal memberikan ancaman berarti sepanjang pertandingan.
Kekalahan 0-2 di Stadion AT&T, Arlington, pada Selasa waktu setempat memupus ambisi Prancis untuk melaju ke partai final.
Mengutip laman resmi FIFA, Deschamps menilai hasil tersebut merupakan konsekuensi dari banyaknya kesalahan mendasar yang dilakukan timnya, terutama dalam aspek teknis.
![Babak semifinal Piala Dunia 2026 Spanyol vs Prancis [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/15/45324-spanyol-vs-prancis.jpg)
"Ini terutama kesalahan kami sendiri, performa kami kurang maksimal dan serangan kami tidak seberbahaya yang seharusnya," ujar Didier Deschamps, dikutip dari FIFA.
Kesalahan Operan Jadi Sorotan
Deschamps menilai Prancis gagal memanfaatkan sejumlah momen penting karena buruknya kualitas operan di sepertiga akhir lapangan.
Menurutnya, banyak umpan yang seharusnya dapat membuka peluang justru berakhir sia-sia sehingga membuat serangan Les Bleus kehilangan efektivitas.
"Kami melakukan beberapa kesalahan teknis dalam operan yang sebenarnya bisa berujung pada peluang mencetak gol. Itulah kenyataan di level elite, meskipun hal itu menyakitkan," sambung Deschamps.
Prancis akhirnya harus mengakui keunggulan Spanyol yang mencetak dua gol melalui Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri peluang Prancis untuk tampil di final Piala Dunia untuk ketiga edisi secara beruntun setelah sebelumnya mencapai partai puncak pada 2018 dan 2022.
Fokus Bangkit di Perebutan Tempat Ketiga
Deschamps juga mengakui Spanyol tampil lebih matang dalam mengendalikan ritme permainan sehingga membuat Kylian Mbappe dan rekan-rekannya kesulitan mengembangkan permainan.
"Harus diakui bahwa hari ini performa teknis kami sedikit di bawah standar biasanya saat menghadapi tim yang benar-benar menguasai jalannya pertandingan," jelas Deschamps.
Meski gagal melaju ke final, Prancis masih memiliki kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif melalui laga perebutan tempat ketiga.
Skuad Les Bleus dijadwalkan tampil di Stadion Hard Rock, Miami, menghadapi tim yang kalah dari semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina.
Deschamps berharap timnya mampu bangkit secara mental sekaligus menutup kiprah di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang membanggakan.
