- Timnas Prancis gagal melaju ke final Piala Dunia setelah takluk dari Spanyol lewat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.
- Pelatih Didier Deschamps mempertanyakan kapasitas wasit Ivan Barton dalam memimpin laga semifinal karena beberapa keputusan yang dianggap merugikan.
- Deschamps mengakui kekalahan terjadi akibat performa teknis tim yang di bawah standar dan kurang maksimal dalam lini serang.
Suara.com - Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps mempertanyakan keputusan FIFA menunjuk wasit Ivan Barton untuk memimpin laga semifinal Piala Dunia setelah timnya kalah dari Spanyol.
Prancis harus mengubur harapan meraih gelar Piala Dunia kedua di bawah asuhan Deschamps usai takluk dari Spanyol.
Tim Matador memastikan kemenangan berkat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro sehingga melaju ke partai final untuk menghadapi pemenang laga Inggris kontra Argentina.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Deschamps menyoroti keputusan Barton yang memberikan hadiah penalti kepada Spanyol pada babak pertama setelah Lucas Digne dinilai melanggar Lamine Yamal saat berusaha menghalau bola.
Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku kecewa dan mempertanyakan apakah Barton memiliki kapasitas untuk memimpin pertandingan sebesar semifinal Piala Dunia.
"Jelas ada banyak kekecewaan. Para pemain sangat terpukul karena kami memiliki ambisi yang tinggi," ujar Deschamps melansir Mirror, Rabu (15/7/2026).
Meski demikian, ia mengakui Spanyol tampil lebih baik secara teknis dan pantas meraih kemenangan.
"Kami harus realistis dan mengakui bahwa hari ini kami berada satu langkah di bawah secara teknis melawan tim yang tahu apa yang mereka lakukan. Ini terutama kesalahan kami," katanya.
Deschamps kemudian kembali menyinggung kepemimpinan wasit tanpa secara langsung menyalahkan hasil pertandingan.
"Saya hanya mengajukan satu pertanyaan: apakah wasit cukup baik untuk memimpin semifinal Piala Dunia? Saya tidak akan menjawabnya. Saya juga tidak mengatakan ini karena kami kalah hari ini, tetapi ada beberapa situasi yang menurut saya tidak menguntungkan kami," ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, mantan kapten timnas Prancis itu menegaskan bahwa kritiknya bukan semata-mata karena keputusan penalti.
"Saya tidak ingin terdengar seperti orang yang mengeluh. Apakah wasit memenuhi standar untuk memimpin semifinal Piala Dunia? Biarkan publik yang menilai. Ini bukan hanya soal penalti, tetapi kombinasi beberapa keputusan sepanjang pertandingan," kata Deschamps.
Meski mengkritik kepemimpinan wasit, Deschamps tetap mengakui kekalahan timnya disebabkan performa yang belum maksimal, terutama di lini serang.
"Alasan utamanya adalah kami tampil sedikit di bawah standar dan kurang berbahaya dalam menyerang. Kami melakukan beberapa kesalahan teknis dan gagal memanfaatkan umpan yang seharusnya bisa menciptakan peluang," ujarnya.
Deschamps menegaskan Prancis harus menerima hasil tersebut dan mengalihkan fokus ke pertandingan perebutan tempat ketiga.
"Kami harus menerimanya. Ini adalah level tertinggi dan tentu menyakitkan karena kami hanya selangkah lagi menuju final. Kini kami akan memainkan laga perebutan tempat ketiga. Hal itu tidak mengurangi pencapaian kami di turnamen ini, tetapi dalam pertandingan ini Spanyol memang menunjukkan kualitas yang lebih baik," tutup Deschamps.
