Mengapa Rodri Terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, Bukan Lamine Yamal?

Ruth Meliana

Senin, 20 Juli 2026 | 10:10 WIB
Mengapa Rodri Terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, Bukan Lamine Yamal?
kolase Rodri dan Lamine Yamal (Instagram/sefutbol/fifaworldcup)
baca 10 detik
  • Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 pada 19 Juli setelah mengalahkan Argentina di partai final turnamen tersebut.
  • Rodri meraih penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik berkat konsistensi dan peran krusialnya mengendalikan tempo permainan Spanyol.
  • Penghargaan pemain muda terbaik diberikan kepada Pau Cubarsí, sementara Unai Simón sukses meraih gelar Golden Glove.

Suara.com - Pada 19 Juli 2026, Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina di final. Tim La Roja mendominasi ajang tersebut, tidak hanya merebut gelar juara dunia kedua mereka setelah 2010, tetapi juga menyapu bersih penghargaan individu utama.

Rodri terpilih sebagai penerima Golden Ball atau Pemain Terbaik Piala Dunia, sementara rekan setimnya Unai Simón meraih Golden Glove dan Pau Cubarsí dinobatkan sebagai Best Young Player, mengalahkan Lamine Yamal yang juga berusia 19 tahun.

Keputusan ini memicu perdebatan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Banyak yang menganggap Lamine Yamal sebagai bintang muda yang sensasional dengan dribbling memukau dan kontribusi menyerang yang mencuri perhatian.

Namun, mengapa akhirnya Rodri yang diakui sebagai pemain terbaik secara keseluruhan? Jawabannya terletak pada peran fundamental, konsistensi, dan dampak keseluruhan terhadap kesuksesan tim.

Dominasi Rodri di Tengah Lapangan

Rodri dinobatkan sebagai peraih Bola Emas Piala Dunia 2026 usai membawa Spanyol juara. Ia mengungguli Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam penghargaan individu. [Dok. FIFA]
Rodri dinobatkan sebagai peraih Bola Emas Piala Dunia 2026 usai membawa Spanyol juara. Ia mengungguli Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam penghargaan individu. [Dok. FIFA]

 

Rodri, kapten Spanyol dan gelandang Manchester City, adalah otak di balik mesin Spanyol yang tak terbendung. Sepanjang turnamen, ia mencatatkan sentuhan bola terbanyak (lebih dari 794), umpan terbanyak yang berhasil (655), dan line-breaking passes paling efektif (106).

Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ia adalah jangkar yang menghubungkan pertahanan dan serangan, mengendalikan tempo permainan, dan mematikan ancaman lawan.

Di final melawan Argentina, Rodri bermain selama 120 menit penuh dengan performa luar biasa. Ia memenangkan duel penting, memecah serangan lawan, dan memastikan Spanyol tetap kompak meski tekanan tinggi.

Sebagai kapten, ia memimpin tim dengan ketenangan dan kepemimpinan yang matang. Rodri bukan tipe pemain yang sering mencetak gol spektakuler, tetapi ia adalah pemain yang membuat rekan-rekannya tampil lebih baik—kualitas yang sering kali lebih dihargai dalam penilaian Golden Ball.

Penghargaan ini melengkapi koleksi Rodri yang luar biasa dalam empat tahun terakhir: Liga Champions, Euro 2024 (sekaligus Player of the Tournament), Ballon d'Or, dan kini Piala Dunia plus Golden Ball.

baca juga

Ia membuktikan dirinya sebagai gelandang terbaik dunia saat ini, yang mampu tampil konsisten di level tertinggi.

Lamine Yamal: Bintang Muda yang Mengesankan, Tapi Belum Sempurna

Lamine Yamal, pemain muda yang pegang peran penting di Timnas Spanyol. (Barca Blaugranes)
Lamine Yamal, pemain muda yang pegang peran penting di Timnas Spanyol. (Barca Blaugranes)

 

Lamine Yamal, wonderkid Barcelona, memang menjadi salah satu sorotan utama turnamen. Ia mencetak gol pertama Spanyol di Piala Dunia ini, memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol di turnamen ini, dan menampilkan dribbling serta kreativitas yang luar biasa.

Yamal membantu Spanyol mencapai gelar, dan ia termasuk dalam skuad yang tak terkalahkan di banyak pertandingan penting.

Namun, meski berbakat luar biasa, kontribusi Yamal lebih bersifat sporadis dan menyerang. Ia sering kali bergantung pada momen individu, dan di beberapa laga krusial, ia belum mampu mendominasi sepenuhnya seperti yang diharapkan.

Statistik menunjukkan ia mencetak gol terbatas sepanjang turnamen, dan dampaknya terhadap keseimbangan tim secara keseluruhan kalah dibandingkan Rodri.

Selain itu, Pau Cubarsí yang lebih solid di lini belakang akhirnya unggul dalam perebutan Best Young Player.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Kali Spanyol Juara Piala Dunia? Ini Statistik dan Rekor Sejarahnya

Berapa Kali Spanyol Juara Piala Dunia? Ini Statistik dan Rekor Sejarahnya

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 09:23 WIB

Siapa Pemain Terbaik Piala Dunia 2026? Ini Alasannya

Siapa Pemain Terbaik Piala Dunia 2026? Ini Alasannya

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 09:05 WIB

Argentina Mati Kutu! Scaloni Akui Spanyol Pantas Juara Piala Dunia 2026

Argentina Mati Kutu! Scaloni Akui Spanyol Pantas Juara Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 09:04 WIB

Terkini

Rupiah Keok Lawan Dolar AS Pagi Ini, Jadi Mata Uang Paling Loyo di Asia

Rupiah Keok Lawan Dolar AS Pagi Ini, Jadi Mata Uang Paling Loyo di Asia

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 10:08 WIB

Kronologi Penembakan Brutal di The Shady Pig Canggu: Satu Peluru Tembus Dua Korban

Kronologi Penembakan Brutal di The Shady Pig Canggu: Satu Peluru Tembus Dua Korban

Bali | Senin, 20 Juli 2026 | 10:07 WIB

Geely Coolray Masuk Indonesia Berbekal Mesin Turbo, Siap Tantang SUV Jepang

Geely Coolray Masuk Indonesia Berbekal Mesin Turbo, Siap Tantang SUV Jepang

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 10:06 WIB

Ulasan Series Running Point, Ketika Ratu Pesta Menjadi Presiden Klub Basket

Ulasan Series Running Point, Ketika Ratu Pesta Menjadi Presiden Klub Basket

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 10:02 WIB

Bikin EV Kalah Saing: Toyota dan BMW Kembangkan Bensin Terbarukan, Apa Bahannya?

Bikin EV Kalah Saing: Toyota dan BMW Kembangkan Bensin Terbarukan, Apa Bahannya?

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 10:00 WIB

Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam Dipatok Rp2.341.000/Gram

Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam Dipatok Rp2.341.000/Gram

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 09:56 WIB

Argentina Tumbang, Spanyol Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Argentina Tumbang, Spanyol Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 09:53 WIB

Manga Tougen Anki Tembus 6 Juta Kopi yang Beredar, Popularitas Terus Naik

Manga Tougen Anki Tembus 6 Juta Kopi yang Beredar, Popularitas Terus Naik

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 09:48 WIB

Sejajar Pele dan Beckenbauer, Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026

Sejajar Pele dan Beckenbauer, Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 09:48 WIB

Kebiasaan Duduk Berjam-jam Bisa Ganggu Fungsi Otak

Kebiasaan Duduk Berjam-jam Bisa Ganggu Fungsi Otak

Jogja | Senin, 20 Juli 2026 | 09:45 WIB

×