- FIFA mengonfirmasi bahwa laporan kartu merah gelandang Argentina Leandro Paredes merupakan kesalahan teknis sistem informasi komentator.
- Jaksa disiplin FIFA menyelidiki kericuhan massal antar pemain setelah Spanyol mengalahkan Argentina dengan skor tipis.
- Spanyol sukses meraih gelar juara Piala Dunia kedua usai mengalahkan Argentina melalui gol tunggal Ferran Torres.
Keterlibatan gelandang Spanyol, Gavi, dalam aksi saling dorong semakin memperkeruh suasana sebelum akhirnya dilerai oleh ofisial dan rekan setim.
Pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, bahkan harus turun tangan ke tengah kerumunan untuk menenangkan para pemainnya yang tersulut emosi.
Investigasi FIFA Tetap Berjalan
Meskipun Paredes lolos dari hukuman kartu merah, FIFA dikabarkan tidak akan membiarkan insiden tersebut berlalu begitu saja.
Kantor berita Reuters menyebutkan bahwa FIFA telah menunjuk jaksa disiplin dan etika untuk menyelidiki secara mendalam kericuhan yang terjadi setelah pertandingan.
Hingga saat ini, otoritas sepak bola dunia tersebut belum memberikan kepastian mengenai tenggat waktu penyelesaian proses penyelidikan disipliner tersebut.
Dominasi Spanyol di Final
Ketegangan di akhir laga menjadi antiklimaks dari penampilan dominan Spanyol yang sukses mengakhiri perlawanan Argentina dengan skor 1-0.
Gol kemenangan tim asuhan Luis de la Fuente dicetak pemain pengganti, Ferran Torres, pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu.
Ferran Torres bereaksi paling cepat untuk menuntaskan umpan sundulan Nico Williams dan memecah kebuntuan timnya.
Penampilan heroik kiper Argentina, Emiliano Martinez, yang mencatatkan 12 penyelamatan gemilang pada akhirnya gagal membendung dominasi penguasaan bola Spanyol.
Kemenangan dramatis tersebut memastikan Spanyol meraih mahkota Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah turnamen, sekaligus melengkapi kesuksesan setelah menjuarai Euro 2024.
