- Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Astrid Kuya mendorong penambahan kuota Sekolah Swasta Gratis pada tahun 2027.
- Perluasan kuota sekolah gratis di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu 9 September 2026 ini bertujuan mengatasi siswa pemegang KJP yang tersisih.
- Dinas Pendidikan DKI Jakarta diharapkan mampu melipatgandakan kuota sekolah swasta gratis agar motivasi belajar anak dan orang tua meningkat.
Suara.com - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Astrid Kuya mendorong penambahan kuota Sekolah Swasta Gratis (SSG) pada 2027.
Langkah perluasan ini dinilai sangat krusial mengingat banyaknya peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang tersisih akibat pergeseran data pemeringkatan desil.
“Sekarang ini sudah makin banyak pemegang KJP yang terpental ya karena desil. Ini makanya penting sekali dengan sekolah swasta gratis ini,“ ujar Astrid saat rapat kerja Komisi E bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Seleksi masuk Sekolah Swasta Gratis yang murni mengacu pada capaian akademik dinilai jauh lebih efektif membangkitkan gairah belajar anak dan memotivasi para orang tua.
“Sekolah swasta gratis ini penting sekali. Hanya perlu nilai. Tidak perlu istilahnya KJP, tidak perlu desil. Itu memacu anak-anak supaya nilainya bagus, memacu orang tua supaya mendidik anaknya, supaya, 'Ayo nilai kamu bagus biar bisa masuk sekolah swasta gratis', itu suatu hal yang baik, bagus,“ lanjut Astrid.
Prioritas pembiayaan pendidikan dasar, termasuk perluasan Sekolah Luar Biasa (SLB) gratis, diklaim sudah sering disampaikan secara langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana.
“Saya dari kemarin tuh selalu ngomong sama Bu Nahdiana, 'Bu, sekolah swasta gratis dibanyakin, Bu. SLB gratis dibanyakin, Bu. Itu lebih penting, Bu. Pendidikan dasar lebih penting, Bu',“ kata Astrid.
Menyongsong alokasi program mendatang, Dinas Pendidikan DKI Jakarta diharapkan bisa menambah kuota sekolah swasta gratis hingga dua kali lipat dari yang saat ini sudah tersedia.
Meski data siswa pemegang KJP atau KJMU yang tergeser penyesuaian desil masih bisa diverifikasi ulang, penambahan kuota sekolah swasta gratis tetap dinilai penting.
“Nah, nanti saya pengin di 2027 ini, saya titip pesan dengan Bu Nahdiana, jangan cuma 103 sekolah swasta gratis. Tambahin lagi, kalau perlu 200 lebih,“ tutup Astrid.