- Komite Olimpiade Internasional secara resmi menolak pengaduan FairSquare terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino.
- Penolakan tersebut diputuskan karena materi pengaduan dinilai berada di luar yurisdiksi Komisi Etika IOC.
- FairSquare sebelumnya melaporkan Infantino atas dugaan pelanggaran aturan netralitas politik dan dukungannya kepada Donald Trump.
Suara.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) menolak pengaduan kelompok hak asasi manusia FairSquare terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait dugaan pelanggaran aturan netralitas politik dan dukungannya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Juru bicara IOC mengatakan, pengaduan tersebut berada di luar yurisdiksi Komisi Etika IOC. Keputusan itu disampaikan setelah komisi menganalisis pengaduan yang diajukan FairSquare.
"Komisi Etika IOC telah menganalisis secara menyeluruh pengaduan dari FairSquare," kata juru bicara IOC melansir The New Arab, Sabtu (25/7/2026).
Menurut IOC, pengaduan yang diajukan FairSquare berkaitan dengan keputusan federasi olahraga internasional (IF) mengenai tata kelola dan manajemen organisasi, termasuk hubungan dengan pemerintah serta penerapan aturan olahraga. Hal tersebut dinilai berada di luar cakupan Kode Etik IOC.
"Pengaduan tersebut berada di luar yurisdiksi Komisi Etika IOC. FairSquare telah diberitahu mengenai hal tersebut," ujar juru bicara IOC.
FairSquare sebelumnya menyatakan akan mengajukan pengaduan terkait apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran berulang Infantino terhadap aturan netralitas politik". Kelompok tersebut juga telah mengajukan pengaduan kepada Komite Etika FIFA pada tahun lalu.
Dalam pengaduannya, FairSquare menuding Infantino beberapa kali menyampaikan dukungan publik terhadap sejumlah tindakan dan kebijakan yang diambil Trump.
Infantino, yang menjadi anggota IOC sejak 2020, mendapat sorotan atas sejumlah penampilannya bersama Trump. Kedekatan keduanya kembali menjadi perhatian selama penyelenggaraan Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Salah satu momen yang menjadi sorotan terjadi saat upacara penyerahan trofi final Piala Dunia. Ketika Trump dan Infantino berjalan menuju lapangan di Stadion New York-New Jersey, terdengar sorakan ejekan dari sejumlah penonton.
Trump sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menghubungi Infantino untuk meminta peninjauan terhadap kartu merah yang diterima striker tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, dalam pertandingan babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina.
Balogun kemudian menjalani hukuman skorsing dan tidak tampil dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia. Namun, Amerika Serikat tetap berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 4-1.
Hubungan dekat Infantino dan Trump juga mendapat perhatian setelah Presiden AS tersebut menerima Hadiah Perdamaian FIFA perdana pada Desember. Penghargaan itu diberikan atas upayanya dalam mendorong dialog dan de-eskalasi di sejumlah konflik utama di dunia.
Meski pengaduan FairSquare ditolak Komisi Etika IOC, kelompok tersebut sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk terus menyoroti dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik oleh Infantino dan mendorong pengawasan terhadap tata kelola FIFA.