- Penyerang Timnas Indonesia, Mitchell Baker, mencetak hattrick pada laga debut Piala AFF 2026 melawan Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026).
- Tiga gol Mitchell Baker membantu Timnas Indonesia meraih kemenangan telak 5-1 atas Kamboja dalam pertandingan Grup A Piala AFF 2026 tersebut.
- Timnas Indonesia dijadwalkan bertolak ke Chonburi, Thailand, untuk melakoni pertandingan berikutnya melawan Timor Leste pada Jumat (31/7/2026).
Suara.com - Penyerang muda Timnas Indonesia, Mitchell Baker, sukses mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola nasional setelah mencetak hattrick ke gawang Kamboja pada ajang Piala AFF 2026.
Torehan tiga gol pada laga debut yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026), membuat penyerang berusia 19 tahun itu mengikuti jejak sejumlah legenda Timnas Indonesia yang pernah mencetak hattrick di panggung Asia Tenggara.
Mitchell Baker kini menambah daftar penyerang tajam Skuad Garuda yang pernah menorehkan tiga gol dalam satu pertandingan Piala AFF, di antaranya Bambang Pamungkas, Zaenal Arief, Ilham Jaya Kesuma, dan Budi Sudarsono.
Masuk Daftar Elite Pencetak Hattrick Timnas Indonesia

Torehan tiga gol dalam satu pertandingan Piala AFF merupakan pencapaian yang cukup langka dan hanya mampu dilakukan oleh segelintir penyerang Timnas Indonesia.
Bambang Pamungkas dan Zaenal Arief lebih dulu mencatatkan hattrick pada Piala AFF 2002. Dua tahun berselang, giliran Ilham Jaya Kesuma yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.
Budi Sudarsono kemudian meneruskan catatan tersebut pada Piala AFF 2008.
Kini, Mitchell Baker menjadi nama terbaru yang masuk dalam daftar tersebut. Tiga golnya pada menit keenam, ke-12, dan ke-53 turut mengantarkan Timnas Indonesia meraih kemenangan telak 5-1 atas Kamboja.
Selain Baker, Sandy Walsh dan Jens Raven masing-masing turut menyumbangkan satu gol untuk Skuad Garuda.
Mitchell Baker Tetap Rendah Hati
Meski langsung menjadi sorotan setelah mencetak hattrick pada laga debutnya, Mitchell Baker memilih untuk tetap merendah.
Pemain berusia 19 tahun itu menyadari pencapaian tersebut tidak akan terwujud tanpa kerja sama dan dukungan dari rekan-rekan setim serta tim pelatih.
"Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Perasaan yang luar biasa. Saya tidak mungkin berada di sini tanpa tim, staf pelatih, dan semua orang yang membantu saya," kata Baker dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Atmosfer Stadion Pakansari yang dipenuhi suporter Timnas Indonesia juga memberikan kesan mendalam bagi sang penyerang.
"Stadion ini luar biasa. Suporternya luar biasa selama 90 menit. Ini pengalaman terbaik yang pernah saya miliki," katanya.