Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB
Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027
Kondisi Malaysia (CNA)
baca 10 detik
  • Malaysia diprediksi mengalami suhu panas ekstrem melebihi 40°C akibat Super El Nino 2027.

  • Puncak panas ekstrem bertepatan dengan ekuinoks Maret-April 2027 dan mengancam pasokan air waduk.

  • Warga diimbau membatasi aktivitas luar ruangan dan memantau informasi resmi dari aplikasi MetMalaysia.

Suara.com - Suhu panas di berbagai wilayah Malaysia diproyeksikan menembus angka di atas 40 derajat Celcius pada tahun 2027. Lonjakan panas ekstrem ini dipicu oleh fenomena Super El Nino yang diperkirakan bakal mencapai intensitas terkuat sepanjang sejarah pencatatan iklim.

Wilayah bagian utara Semenanjung Malaysia bakal menjadi area pertama yang merasakan dampak sengatan panas ini menjelang akhir musim monsun timur laut. Puncak cuaca membakar tersebut diperkirakan bertepatan dengan fenomena ekuinoks yang terjadi sekitar bulan Maret hingga April 2027.

Masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya pada tahun 2027 diimbau bersiap menghadapi cuaca yang sangat membakar. Aktivitas luar ruangan serta silaturahmi tatap muka disarankan untuk dibatasi demi menjaga kesehatan fisik warga.

ilustrasi negara Malaysia (Unsplash/@esmonde)
ilustrasi negara Malaysia (Unsplash/@esmonde)

Direktur Jenderal MetMalaysia, Dr. Mohd Hisham Mohd Anip, mengonfirmasi bahwa potensi panas kali ini berisiko melampaui rekor tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut. Rekor suhu harian terpanas Malaysia sebelumnya berada di angka 40,1 derajat Celcius di Chuping, Perlis, saat gelombang Super El Nino melanda pada rentang 1997/1998.

"Mengingat fenomena ini diprakirakan bakal lebih kuat dibanding episode-episode sebelumnya, ditambah dengan pemanasan global, suhu udara dapat melampaui rekor tersebut dan mencapai 40,5 atau bahkan 41°C," ujarnya saat tampil dalam program Fokus 30 di BERNAMA Radio bertajuk Super El Nino: Kesan Kepada Negara.

Ia juga menekankan bahaya dari pancaran sinar matahari secara langsung tanpa penghalang awan saat fenomena astronomis tersebut berlangsung.

"Matahari berada tepat di atas kepala selama ekuinoks dan tanpa tutupan awan yang cukup akibat cuaca kering, paparan panas secara langsung dapat berdampak buruk," tegas Hisham.

Kondisi iklim saat ini sebenarnya masih berada pada level El Nino biasa dan akan berproses secara bertahap melalui fase lemah, sedang, hingga kuat. Fase tersebut diprediksi terus berkembang hingga menjelma menjadi Super El Nino pada penghujung tahun 2026.

Secara historis, Malaysia telah tiga kali dihantam fenomena Super El Nino, yaitu pada periode 1982/1983, 1997/1998, serta 2015/2016. Seluruh periode tersebut mencatatkan lonjakan suhu harian yang sangat ekstrem di berbagai kawasan.

baca juga

Fenomena Super El Nino itu sendiri bermula dari meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mengacaukan kondisi atmosfer global. Dampaknya memicu penurunan drastis curah hujan, menciptakan cuaca sangat kering, serta memperbesar risiko kabut asap akibat kebakaran lahan.

Catatan iklim menunjukkan kawasan utara seperti Langkawi dan Alor Setar pernah mengalami periode tanpa hujan hingga 70 hari berturut-turut. Anomali iklim mendatang diperkirakan memicu kekeringan panjang dengan durasi yang serupa.

Kondisi tersebut memicu kewaspadaan tinggi terhadap potensi krisis pasokan air bersih yang jauh lebih parah pada tahun 2027. Penundaan musim hujan yang berkepanjangan berisiko menguras waduk-waduk penampungan yang saat ini mulai menyusut.

"Kami khawatir ketika puncak Super El Nino tiba awal tahun depan, situasinya akan menjadi lebih parah. Pengalaman kami selama episode Super El Nino yang kuat sebelumnya menunjukkan bendungan-bendungan di Melaka mengering total," tutur Hisham.

Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui platform resmi atau aplikasi myCuaca milik MetMalaysia. Warga juga diingatkan agar tidak menyebarkan informasi atau spekulasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Fenomena Super El Nino merupakan anomali iklim global yang terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Pasifik Khatulistiwa meningkat secara drastis di atas rata-rata normal. Lonjakan suhu laut ini mengubah pola sirkulasi angin global, memindahkan pusat pembentukan awan hujan keluar dari wilayah Asia Tenggara, sehingga memicu kekeringan parah di negara-negara seperti Malaysia.

Malaysia sebelumnya pernah melalui tiga gelombang Super El Nino besar pada episode 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016 yang merusak sektor pertanian serta mengeringkan waduk-waduk utama. Ancaman gelombang Super El Nino 2027 diprediksi menjadi yang paling parah karena terakumulasi dengan laju pemanasan global yang terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×