- Timnas Indonesia asuhan John Herdman akan melawan Singapura di Jalan Besar Stadium pada 7 Agustus 2026.
- Pertandingan tersebut wajib dimenangkan oleh skuat Garuda demi mengamankan tiket lolos ke babak semifinal Piala AFF 2026.
- Singapura saat ini dilatih oleh Gavin Lee, juru taktik muda berusia 35 tahun yang sarat prestasi domestik.
Suara.com - John Herdman bakal melakoni laga hidup mati di Piala AFF 2026 Jumat 7 Agustus 2026.
Timnas Indonesia dibawah asuhan John Herdman bakal melawan Singapura di Jalan Besar Stadium.
Partai melawan Singapura wajib dimenangkan oleh skuat Garuda jika ingin lolos ke babak semifinal. Tak ada kata seri apalagi kalah.
John Herdman bakal adu taktik dengan pelatih Singapura, Gavin Lee.
Di atas kertas, Gavin Lee tentu bukan lawan seimbang bagi John Herdman yang pernah merasakan atmosfer Piala Dunia bersama Kanada.
Seperti apa profil dan rekam jejak pelatih yang baru berusia 35 tahun itu? Berikut ulasannya untuk pembaca setia Suara.com

Pelatih kelahiran 8 September 1990 itu diangkat jadi nakhoda timnas Singapura pada 24 Juni 2025 sepeninggal Tsutomu Ogura yang mengundurkan diri.
Karier Gavin Lee terbilang unik. Ia sempat meniti jalur sebagai pemain muda, tetapi memilih beralih menjadi pelatih sejak usia dini setelah menyadari keterbatasannya.
“Saya sadar tidak bisa bersaing, jadi saya memilih jalan berbeda,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Keputusan itu justru menjadi titik balik. Sejak usia 16 tahun, Gavin sudah terlibat dalam dunia kepelatihan, mulai dari tugas sederhana hingga akhirnya membangun karier profesional di akademi JSSL Singapura.
Pendidikan juga menjadi fondasi penting dalam perjalanannya.
Ia merupakan lulusan ilmu olahraga dari Nanyang Technological University, sembari menjalani hingga 14 sesi latihan per pekan demi meraih lisensi kepelatihan AFC.
Karier profesionalnya mulai menanjak saat bergabung dengan klub Tampines Rovers.
Di sana, ia mencetak sejarah sebagai pelatih kepala termuda di Singapore Premier League.
Prestasi Gavin bersama Tampines Rovers cukup impresif.
Ia sukses membawa tim meraih posisi runner-up liga dan menjuarai Piala Singapura pada musim pertamanya sebagai pelatih kepala.
Tak hanya di level domestik, Gavin juga mencatat pencapaian di kompetisi Asia.
Ia membawa klub tampil di AFC Champions League untuk pertama kalinya, menghadapi tim-tim kuat dari Jepang dan Korea Selatan.
Kariernya di tim nasional dimulai sebagai staf pelatih sebelum akhirnya dipercaya menjadi pelatih interim.
Kesempatan itu datang setelah pelatih sebelumnya mundur karena alasan pribadi.
Di bawah kepemimpinannya, Timnas Singapura menunjukkan perkembangan signifikan.
Mereka berhasil lolos ke Piala Asia AFC 2027, sebuah pencapaian yang dinilai sebagai kebangkitan sepak bola Singapura.
Keberhasilan tersebut membuat federasi sepak bola Singapura memberikan kepercayaan penuh.
Gavin resmi ditunjuk sebagai pelatih permanen dengan kontrak jangka menengah.
Secara statistik, performanya juga menjanjikan.
Gavin mencatat persentase kemenangan lebih dari 58 persen bersama tim nasional, angka yang menunjukkan konsistensi dan efektivitas strategi.
Di luar lapangan, Gavin dikenal sebagai sosok disiplin.
Gavin bahkan mengorbankan kehidupan sosial demi fokus pada kariernya sebagai pelatih.
“Saya tidak punya banyak teman karena rutinitas ini,” katanya.