- Timnas Indonesia wajib menang melawan Singapura pada laga hidup mati Grup A Piala AFF 2026.
- Striker keturunan Pacitan, Ilhan Fandi, diprediksi menjadi andalan Singapura setelah mencetak dua gol di turnamen tersebut.
- Hasil imbang sudah cukup bagi Singapura untuk menyingkirkan Timnas Indonesia dari ajang Piala AFF 2026.
Suara.com - Sudah mengoleksi 2 gol di Piala AFF 2026, striker Singapura berdarah Pacitan ini bisa jadi mimpi buruk buat Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia bakal melakoni partai hidup mati melawan Singapura pada matchday terakhir grup A Piala AFF 2026.
Kemenangan jadi harga mati buat Timnas Indonesia jika ingin lolos ke babak semifinal.
Sementara bagi Singapura, hasil imbang sudah cukup buat anak asuh Gavin Lee itu membuat tim Garuda tersingkir dari Piala AFF 2026.
Singapura diprediksi bakal menurunkan striker berdarah Pacitan, Ilhan Fandi sebagai ujung tombak.
Ilhan Fandi sudah mencetak gol ke gawang Kamboja dan Timor Leste.
Penyerang berusia 23 tahun itu kini memperkuat klub Lion City Sailors dan Timnas Singapura dengan performa yang terus menanjak.
Ilhan merupakan putra dari legenda sepak bola Singapura, Fandi Ahmad.

Seperti diketahui, Fandi Ahmad, memiliki garis keturunan Indonesia yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur.
Ahmad Wartam, kakek Ilhan Merupakan mantan penjaga gawang timnas Singapura yang mewarisi darah Pacitan dari orang tuanya.
Ahmad Wartam kemudian menetap dan membesarkan Fandi Ahmad di Singapura.
Perjalanan karier Ilhan dimulai dari akademi di Inggris.
Ia sempat menimba ilmu di Queen Ethelburga’s College dan berlatih di i2i Football Academy yang memiliki koneksi dengan klub Inggris Leeds United.
Sekembalinya ke Singapura, Ilhan memulai karier profesional bersama Young Lions pada 2019.
Ia langsung mencuri perhatian dengan mencetak gol di usia 16 tahun.
Performa impresif berlanjut saat ia bergabung dengan Albirex Niigata Singapore pada 2022.
Ilhan tampil tajam dengan torehan 15 gol dari 18 laga, sekaligus membawa tim meraih gelar liga.
Penampilannya yang gemilang membuatnya menyabet sejumlah penghargaan individu.
Ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik dan masuk dalam tim terbaik liga musim tersebut.
Karier Ilhan kemudian merambah Eropa bersama klub Belgia, KMSK Deinze.
Namun, cedera ACL sempat menghambat perkembangannya sebelum akhirnya kembali merumput.
Ia kemudian melanjutkan petualangan di Thailand bersama BG Pathum United.
Di sana, Ilhan menunjukkan kontribusi penting, termasuk mencetak gol dan assist di berbagai kompetisi.
Tak berhenti di situ, Ilhan juga sempat dipinjamkan ke Buriram United.
Bersama klub tersebut, ia meraih sejumlah gelar, termasuk juara liga Thailand dan kompetisi regional.
Pada 2026, Ilhan memutuskan kembali ke Singapura dengan bergabung ke Lion City Sailors.
Kepulangannya diharapkan memperkuat lini serang klub sekaligus tim nasional.
Di level internasional, Ilhan telah mencatatkan puluhan penampilan bersama Timnas Singapura.
Ia dikenal sebagai striker dengan kecepatan, kekuatan fisik, dan insting gol yang tajam.