- UEFA, AFC, dan CONCACAF mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino karena kepemimpinannya dinilai menyimpang dari prinsip kolektif.
- PSSI melalui Erick Thohir menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino menjelang Kongres FIFA di Maroko pada 2027.
- Erick Thohir menilai FIFA telah menjadi mitra strategis yang memberikan dampak positif bagi pembangunan sepak bola Indonesia.
Mereka meminta agar tata kelola kembali berbasis dialog, akuntabilitas, dan rasa saling percaya.
Sebelumnya, PSSI melalui ketua umum Erick Thohir menegaskan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya.
Ini setelah banyaknya jasa yang sudah diberikan FIFA di masa kepemimpinan Infantino seperti bantuan dana sekitar Rp88 untuk pembangunan Training Center di IKN.
Bagi Erick itu menjadi bukti nyata komitmen FIFA terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Oleh sebab itu dukungan akan kembali dilanjutkan PSSI.
Dukungan itu disampaikan menjelang Kongres FIFA yang akan digelar di Maroko pada 18 Maret 2027.
Menurut Erick, Indonesia telah merasakan langsung dampak positif berbagai program FIFA selama dipimpin Gianni Infantino.
"Bagi Indonesia, FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan sekadar badan pengatur global, melainkan mitra strategis yang hadir secara riil dalam pembangunan sepak bola kita. Tanpa dukungan FIFA, lompatan kemajuan yang kita capai hari ini akan sulit terwujud," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (6/8/2026).