- The Jakmania memboikot laga Persija melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium karena protes kenaikan harga tiket.
- Pendiri The Jakmania, Ferry Indrasjarief, menilai aksi tersebut mengungkap adanya masalah komunikasi antara suporter dan manajemen klub.
- Ferry berencana membantu menyambungkan kembali komunikasi antara pengurus The Jakmania dan manajemen Persija agar hubungan membaik.
"Saya kasih tahu bahwa PR berat kalian, siapa pun yang terpilih, adalah ada rencana dari manajemen untuk menaikkan harga tiket. Jadi, sebaiknya ini dikomunikasikan dengan cepat," ujarnya.
Di tengah aksi boikot tersebut, manajemen Persija kemudian mengalihkan tiket yang sebelumnya diperuntukkan bagi The Jakmania kepada masyarakat umum.
Ferry menilai langkah tersebut merupakan konsekuensi dari keputusan The Jakmania yang memilih untuk tidak menghadiri pertandingan.
"Bagaimanapun, tiket ini kan hak penonton. Awalnya ditawarkan kepada The Jakmania, tapi karena The Jakmania menolak untuk datang, ya ditawarkan kepada pihak yang lain," katanya.
Meski begitu, Ferry menegaskan aksi protes tetap merupakan hak The Jakmania selama dilakukan dengan cara yang tertib.
Ia berharap tidak ada tindakan yang justru memperkeruh hubungan antara kelompok suporter dan manajemen Persija.
Selain mengingatkan soal aksi boikot, Ferry juga menyoroti pentingnya peran struktur organisasi The Jakmania dalam menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, persoalan dengan manajemen Persija seharusnya dibicarakan melalui perwakilan pengurus, bukan dengan mengerahkan massa.
"The Jakmania itu organisasi terpimpin, harus perwakilan. Buat apa kita punya organisasi terpimpin kalau ternyata yang datang geruduk, geruduk, geruduk? Ya, bukan organisasi terpimpin namanya," tegasnya.
Ferry berharap polemik mengenai harga tiket tidak berlangsung larut-larut dan hubungan antara The Jakmania dengan Persija dapat kembali membaik.
Ia bahkan berencana ikut membantu membuka kembali jalur komunikasi antara kedua pihak untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.
"Saya nanti mau bicara dengan beberapa petinggi. Saya masih mau mencoba menyambung tali silaturahmi ini," kata Ferry.
Ferry juga menyarankan Ketua Umum The Jakmania, Adit, bersama jajaran pengurus inti segera mendiskusikan manajemen Persija.
Menurutnya, pertemuan tersebut penting untuk membicarakan langkah-langkah yang akan diambil kedua pihak setelah polemik kenaikan harga tiket dan aksi boikot.
"Harusnya sekarang menurut saya Adit sebagai ketum mengajak sekumnya, ketua hariannya, bendahara umumnya untuk sama-sama menghadap dan mengatakan, 'Mau apa ke depannya? Enaknya bagaimana?'" menyimpulkan.