- Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, resmi meninggalkan FC Twente untuk bergabung dengan SC Heerenveen.
- Hilgers menandatangani kontrak berdurasi dua musim dengan opsi tambahan satu tahun pada akhir bursa transfer 2026.
- Kepindahan tersebut mengakhiri berbagai persoalan kontrak dan ketegangan panjang yang dialaminya bersama FC Twente.
Suara.com - Mees Hilgers akhirnya meninggalkan FC Twente dan memulai lembaran baru bersama SC Heerenveen.
Bek Timnas Indonesia itu mengaku lega setelah saga panjang yang membelitnya bersama klub yang telah membesarkan namanya tersebut berakhir.
Mees Hilgers resmi menjadi pemain Heerenveen pada penghujung bursa transfer musim panas 2026.
Pemain 25 tahun itu menandatangani kontrak selama dua musim dengan opsi perpanjangan satu tahun dan akan mengenakan nomor punggung 2.
Kepindahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Hilgers bersama FC Twente.
Ia sudah berada di klub tersebut sejak masih berusia 10 tahun dan kemudian berkembang hingga menembus tim utama.
Selama memperkuat FC Twente, Hilgers mencatatkan 129 penampilan resmi.
![Here We Go! Diusir FC Twente, Mees Hilgers Resmi Pindah ke SC Heerenveen [Dok SC Heerenveen]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/31/22565-mees-hilgers.jpg)
Namun, perjalanan terakhirnya bersama klub asal Enschede itu justru diwarnai persoalan yang cukup panjang.
Masalah bermula ketika masa depan Hilgers bersama FC Twente mulai tidak jelas.
Sang pemain sempat ingin mencari klub baru, tetapi proses kepindahannya tidak berjalan sesuai rencana hingga akhirnya muncul persoalan mengenai status kontraknya.
Pada Mei 2026, FC Twente mengumumkan bahwa kontrak Hilgers otomatis diperpanjang hingga Juni 2027.
Perpanjangan tersebut terjadi berdasarkan ketentuan dalam Collective Labor Agreement atau CAO Contractspelers Betaald Voetbal.
Mees Hilgers mengaku tidak memahami secara detail mengenai aturan tersebut.
Ia bahkan menilai persoalan itu seharusnya bisa dihindari apabila sejak awal mendapatkan penjelasan yang lebih baik dari agennya.
"Saya pikir agen saya saat itu seharusnya bisa membatalkan kontrak saya. Itu satu-satunya hal yang bisa saya lakukan secara berbeda. Jika saya tahu aturan itu ada, saya akan menghubungi agen saya," ujar Hilgers kepada ESPN.
Persoalan tersebut bukan satu-satunya masalah yang dialami Hilgers.
Sebelumnya, ia juga sempat berada di luar skuad FC Twente setelah terjadi ketegangan mengenai masa depannya di klub.
Hilgers kemudian menilai ada kepentingan finansial yang membuat FC Twente tidak ingin melepasnya begitu saja.
Ia merasa klub ingin mendapatkan keuntungan dari situasi kontrak yang terjadi.
"Karena Twente ingin mendapatkan keuntungan dari situasi kontrak itu, tentu saja," kata Hilgers.
"Situasi sebenarnya adalah saya dikeluarkan dari skuad karena saya masih menyisakan kontrak satu tahun. Nah, sekarang mereka memperpanjangnya lagi untuk satu tahun, lalu apa yang ingin mereka capai? Mereka tidak ingin membiarkan saya pergi. Itu saja," sambungnya.
Situasi tersebut tentu membuat perjalanan Hilgers di FC Twente semakin rumit.
Kondisinya bahkan diperparah cedera lutut serius yang membuatnya harus menjalani proses pemulihan panjang dan tidak mendapatkan menit bermain pada musim sebelumnya.
Kini, semua persoalan itu perlahan ditinggalkan Hilgers.
Setelah resmi bergabung dengan Heerenveen, ia memilih tidak lagi memperpanjang cerita mengenai konflik dengan klub lamanya.
"Saya tidak akan menceritakan kisah lengkapnya karena saya ingin meninggalkannya di masa lalu. Tapi, orang-orang yang dekat dengan saya, para pemain, mereka tahu cerita yang sebenarnya," ucapnya.
"Jadi, mungkin Anda bisa bertanya kepada mereka, tapi saya memilih untuk meninggalkannya di masa lalu dan fokus ke depan," tegasnya.