- Dokumenter A Beautiful Obsession mengungkap momen Pep Guardiola menegur keras Tijjani Reijnders di ruang ganti Manchester City musim lalu.
- Guardiola memotivasi skuad dan mengingatkan Reijnders agar kegagalan musim lalu di Manchester City serta AC Milan tidak terulang.
- Guardiola meninggalkan Manchester City setelah 10 tahun, sementara Reijnders kemudian dijual ke klub Al-Qadsiah pada Agustus 2026.
Suara.com - Sebuah cuplikan dari dokumenter A Beautiful Obsession mengungkap momen panas Pep Guardiola saat masih menangani Manchester City.
Dalam rekaman tersebut, Guardiola terlihat menegur keras pemain keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders di depan seluruh pemain di ruang ganti.
Peristiwa itu terjadi pada musim lalu, ketika Guardiola memasuki tahun terakhirnya sebagai manajer Manchester City.
Pep dalam klip itu berusaha membakar semangat para pemain agar tidak mengulangi performa buruk musim sebelumnya.
Dalam sesi motivasi di ruang ganti, Guardiola awalnya berbicara kepada seluruh skuad.
Pep mempertanyakan apakah para pemain ingin kembali merasakan musim yang mengecewakan seperti sebelumnya.
"Pertanyaan besarnya untuk semua pemain Manchester City yang juga berada di sini musim lalu adalah: apakah kalian ingin menjalani musim seperti itu lagi?" kata Guardiola.
Guardiola kemudian secara khusus mengarahkan perhatiannya kepada Reijnders. Gelandang Timnas Belanda tersebut bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2025 setelah meninggalkan AC Milan.
Guardiola mengingatkan Reijnders mengenai musim terakhirnya bersama klub Italia tersebut.
AC Milan ketika itu gagal mendapatkan tiket kompetisi Eropa.
"Apakah kamu ingin menjalani musim seperti musim terakhirmu di AC Milan, ketika kalian tidak lolos ke Eropa? Apakah kamu ingin mengalaminya lagi?" ujar Guardiola kepada Reijnders.
Momen tersebut berlangsung di hadapan seluruh rekan setim Reijnders.
Guardiola kemudian meminta pemainnya membuktikan keinginan untuk meraih hasil lebih baik melalui tindakan di atas lapangan.
"Kalau kalian tidak menginginkannya, kalian harus bertindak. Kalau tidak, kalian tidak akan menang, teman-temanku," tegas Guardiola.
Hubungan Guardiola dan Reijnders rupanya tidak selalu diwarnai teguran keras.