- Pemerintah Kota Madrid berkonflik dengan klub Rayo Vallecano terkait pengelolaan dan keamanan Stadion Vallecas.
- Mariano de Paco menyatakan Rayo gagal memenuhi kewajiban pengelolaan dan menutupi masalah terkait audit stadion.
- Pemkot Madrid menegaskan Stadion Vallecas adalah aset publik dan audit belum ditutup akibat kelalaian klub menyerahkan dokumen.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari klub baru kiper Timnas Indonesia, Rayo Vallecano.
Klub berjuluk Los Franjirrojos itu tengah berkonflik dengan pemerintah kota Madrid terkait penggunaan Stadion Vallecas.
Mengutip dari laporan Noticas Para Municipios, konflik keduanya semakin memanas.
Pihak Dinas Pariwisata, dan Olahraga Kota Madrid, Mariano de Paco, menilai tudingan Rayo terhadap pemerintah daerah merupakan upaya mengalihkan perhatian dari persoalan sebenarnya.
De Paco bahkan menyebut sikap klub sebagai tindakan yang tidak jujur.
Ia menegaskan pemerintah daerah mengambil keputusan setelah menemukan persoalan yang dinilai berkaitan dengan keamanan stadion.
![Duh! Klub Baru Emil Audero Diterpa Masalah Pelik, Pelatih Sampai Angkat Tangan [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/82458-stadion-vallecas.jpg)
“Itu tidak benar. Hal tersebut tidak bisa ditoleransi,” ujar De Paco.
Menurut De Paco, akar persoalan berada pada kewajiban Rayo Vallecano sebagai pihak yang mendapatkan hak konsesi pengelolaan Stadion Vallecas.
Ia menilai klub tidak menjalankan kewajibannya dengan baik sehingga pemerintah daerah harus mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
“Ini adalah upaya putus asa untuk menutupi inti sebenarnya dari masalah ini,” kata De Paco.
Ia juga menegaskan Stadion Vallecas bukan milik Rayo Vallecano. Stadion tersebut merupakan aset publik yang berada di bawah kepemilikan pemerintah kota Madrid.
“Rayo berpikir dan bertindak seolah-olah stadion itu milik mereka. Stadion ini adalah aset publik, milik seluruh warga Madrid. Ini bukan milik Rayo Vallecano,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjut De Paco, memiliki kewajiban memastikan stadion memenuhi standar keamanan dan kesehatan.
Hasil audit disebut menemukan sejumlah persoalan yang membuat kelayakan pengelolaan stadion dipertanyakan.
Duduk Perkara Rayo vs Pemkot Madrid
Laporan audit kondisi Stadion Vallecas menjadi salah satu sumber utama perselisihan antara kedua pihak.
Rayo sebelumnya menuduh Pemerintah Kota Madrid menyembunyikan laporan audit tersebut selama lebih dari tujuh bulan. Namun, De Paco membantah tudingan itu.
Menurut versinya, proses audit belum dapat ditutup karena masih menunggu sejumlah dokumen dari pihak Rayo Vallecano.
De Paco menjelaskan bahwa pemerintah daerah mengirim permintaan dokumen kepada klub pada Juni.
Rayo disebut tidak memenuhi tenggat waktu pertama, kemudian meminta perpanjangan waktu.
Namun, setelah mendapatkan perpanjangan, dokumen yang diminta juga belum diserahkan hingga batas waktu baru berakhir pada 13 Juli.
Setelah itu, pemerintah daerah memberi tahu auditor mengenai dokumen yang belum diterima.
Laporan kemudian ditutup oleh auditor profesional yang disebut telah memiliki kewenangan serta mendapatkan pengesahan dari organisasi profesinya.
“Rayo tidak memiliki kredibilitas,” kata De Paco.
Akibat dari konflik ini, Rayo disebut tak bisa menggunakan stadion Vallecas sebagai markas mereka di laga kandang.
“Tidak memiliki stadion sendiri seharusnya tidak terjadi pada tim mana pun. Itu merupakan handicap yang sangat besar dan tentu saja merugikan kami,” kata pelatih Benat San Jose.