- Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong merasa tenang menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri pada 5 September 2026.
- Kapten tim Rizky Ridho menyatakan kesiapan penuh skuad Persija untuk membawa pulang tiga poin dari markas lawan.
- Persija memiliki modal positif dari rangkaian pramusim, meskipun Borneo FC berstatus sebagai runner-up musim lalu.
Suara.com - Shin Tae-yong mengaku tidak gugup menghadapi pertandingan perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027.
Pelatih asal Korea Selatan itu justru merasa tenang saat Macan Kemayoran bersiap menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Pengalaman selama lima tahun menangani Timnas Indonesia menjadi modal penting bagi STY.
Pelatih asal Korsel itu mengaku sudah cukup memahami karakter sepak bola Indonesia sehingga tidak merasa terbebani meski laga melawan Borneo menjadi pertandingan pertamanya di kompetisi liga bersama Persija.
“Dibandingkan pelatih lain, sepertinya perasaan saya jauh lebih tenang. Karena saya sudah memiliki pengalaman lima tahun di Indonesia, meskipun sebelumnya bersama Timnas,” kata STY, dikutip dari laman resmi Persija, Sabtu.
Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu juga menegaskan kepercayaannya terhadap skuad Persija.
Menurutnya, pengalaman yang dimiliki tidak hanya membuat dirinya lebih tenang, tetapi juga membantunya menghadapi tekanan pertandingan pembuka musim.
“Walau itu laga pertama dalam liga, saya sangat percaya kepada pemain saya. Jadi saya tidak merasa terbebani,” ujar STY.
Persija datang ke Samarinda dengan bekal pramusim yang cukup panjang.
Macan Kemayoran sebelumnya tampil di Piala Presiden, menjalani pemusatan latihan di Thailand, serta melakoni sejumlah pertandingan uji coba di Jakarta.
Hasil dua laga uji coba terakhir juga menjadi modal positif.
Persija menang telak 4-0 atas Brisbane Roar sebelum kembali meraih kemenangan meyakinkan 3-0 ketika menghadapi Semen Padang.
Namun, STY menyadari hasil pramusim tidak otomatis membuat pertandingan melawan Borneo FC menjadi mudah.
Pesut Etam merupakan runner-up kompetisi musim lalu dan memiliki catatan pertemuan yang cukup menyulitkan Persija.
Dalam dua pertemuan terakhir musim sebelumnya, Persija belum mampu meraih kemenangan atas Borneo FC.
Persija kalah 1-3 pada pertemuan pertama, sebelum bermain imbang 2-2 ketika bertindak sebagai tuan rumah.
“Borneo adalah tim peringkat kedua musim lalu. Karena itu pertandingan tandang bagi kami, itu bisa menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kami telah bersiap dengan baik,” tutur STY.
Laga di Stadion Segiri pun menjadi ujian awal bagi Persija di bawah arahan STY dalam kompetisi Super League.
Tantangannya semakin besar karena pertandingan dimainkan di kandang Borneo FC, yang tentunya mendapat dukungan penuh dari suporter tuan rumah.
Meski demikian, Persija tidak datang hanya untuk bertahan.
Kapten Macan Kemayoran, Rizky Ridho, menegaskan timnya memiliki target membawa pulang tiga poin dari Samarinda.
Ridho menilai persiapan yang dilakukan Persija selama pramusim telah memberikan fondasi penting sebelum kompetisi resmi dimulai.
Ridho berharap seluruh hasil latihan dapat diterapkan ketika menghadapi Borneo FC.
“Kami sudah mempersiapkannya dengan baik, kami pun melakukan pre-season bersama-sama dengan baik. Semoga besok kami bisa menerapkan apa yang diberikan pelatih selama ini dan kami bisa membawa pulang tiga poin,” kata Ridho.
Pertandingan Borneo FC vs Persija Jakarta akhirnya menjadi ujian pertama bagi skuad STY di Super League 2026/2027.
Di satu sisi, Persija membawa kepercayaan diri dari hasil pramusim, sementara di sisi lain Borneo memiliki keuntungan bermain di kandang dan status sebagai runner-up musim lalu.