Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bhayangkara FC Ubah Program Latihan demi Keselamatan Pemain

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 07 September 2026 | 13:57 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bhayangkara FC Ubah Program Latihan demi Keselamatan Pemain
Paul Munster memastikan Bhayangkara FC siap tempur menghadapi Persib Bandung dengan strategi khusus pada laga Super League Indonesia di Bandarlampung. [Dok. IG Bhayangkara FC]
baca 10 detik
  • Bhayangkara FC mengalihkan porsi latihan ke gym akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

  • Pemain diwajibkan menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk menghindari gangguan pernapasan serta iritasi.

  • Sesi latihan di lapangan terbuka dipangkas dan hanya difokuskan pada program pemulihan fisik ringan.

Suara.com - Bhayangkara FC mengambil langkah antisipasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap kondisi lingkungan di sekitar Bandar Lampung. Skuad The Guardians bahkan harus mengubah program latihan demi menjaga kesehatan dan keselamatan para pemain.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) malam. Sehari setelahnya, dampak berupa sebaran abu vulkanik masih dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk area yang berada di sekitar aktivitas Bhayangkara FC.

Kondisi tersebut muncul setelah Bhayangkara FC menjalani pertandingan perdana Super League 2026/2027 menghadapi Persebaya Surabaya. Meski pada Minggu (6/9/2026) situasi di Bandar Lampung mulai membaik, sisa abu dan material vulkanik masih ditemukan di sejumlah titik.

Bhayangkara Presisi Lampung FC ditahan imbang 1-1 oleh tamunya Persebaya Surabaya di kandang sendiri pada pertandingan pertama Super League 2026/2027. [ANTARA]
Bhayangkara Presisi Lampung FC ditahan imbang 1-1 oleh tamunya Persebaya Surabaya di kandang sendiri pada pertandingan pertama Super League 2026/2027. [ANTARA]

Debu vulkanik bahkan masih terlihat di jalanan dan lingkungan yang biasa digunakan skuad Bhayangkara FC untuk menjalani latihan. Kondisi ini membuat tim medis memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan pemain.

Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi, mengatakan intensitas abu vulkanik yang terlihat secara kasat mata memang sudah berkurang. Namun, kondisi tersebut belum berarti lingkungan sekitar sudah sepenuhnya terbebas dari dampak erupsi.

"Sebenarnya lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini. Karena itu, tim pelatih menyiasatinya dengan mengawali latihan di area gym untuk porsi mobilisasi fisik," kata Khairi.

Tim medis bersama manajemen juga memberikan edukasi kepada seluruh pemain dan ofisial mengenai langkah pencegahan. Para pemain diminta menggunakan perlindungan ketika beraktivitas di luar ruangan, termasuk masker dan kacamata pelindung.

Langkah tersebut dilakukan karena paparan abu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Beberapa dampak yang perlu diantisipasi di antaranya gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, hingga masalah pada kulit.

Karena itu, tim pelatih tidak memaksakan pemain menjalani seluruh program latihan di lapangan terbuka. Porsi aktivitas outdoor dikurangi dengan memindahkan sebagian latihan ke area gym.

baca juga

Sesi di dalam ruangan dimanfaatkan untuk menjaga kondisi fisik pemain sekaligus mengurangi durasi paparan terhadap udara luar. Setelah itu, pemain tetap diperbolehkan melakukan aktivitas di lapangan, tetapi dengan intensitas dan durasi yang lebih rendah.

"Ketika berada di lapangan luar ruangan, porsi latihan dipangkas hanya untuk pemulihan (recovery training) dan sirkulasi ringan seperti jogging serta pergerakan simpel tanpa memakan waktu lama," jelasnya lagi.

Penyesuaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bhayangkara FC menjaga kebugaran pemain setelah menjalani pertandingan perdana Super League 2026/2027. Tim tetap menjalankan program persiapan, tetapi faktor kesehatan menjadi pertimbangan utama di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

Bhayangkara FC kini harus menyesuaikan persiapan kompetisi dengan situasi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengurangan latihan outdoor menjadi langkah sementara agar pemain tetap bugar tanpa mengambil risiko berlebihan akibat paparan abu vulkanik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!

Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!

News | Senin, 07 September 2026 | 13:49 WIB

6 Wilayah Jabar Terapkan PJJ Imbas Abu Anak Krakatau, Operasional MBG Ikut Berhenti

6 Wilayah Jabar Terapkan PJJ Imbas Abu Anak Krakatau, Operasional MBG Ikut Berhenti

News | Senin, 07 September 2026 | 13:47 WIB

Dokter Tirta Bagikan Tips agar Tetap Aman di Tengah Paparan Abu Vulkanik

Dokter Tirta Bagikan Tips agar Tetap Aman di Tengah Paparan Abu Vulkanik

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 13:50 WIB

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×