- Permintaan masker KF95 meningkat akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Stok masker KF95 dan berbagai merek lain mengalami kelangkaan di Pasar Asemka, jakarta karena lonjakan kebutuhan masyarakat.
- Sejumlah penjual daring menaikkan harga masker secara drastis hingga membatalkan pesanan secara sepihak kepada pembeli.
Suara.com - Masker KF95 mulai langka di pasaran di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Penjual masker di kawasan Pasar Asemka, Jakarta, Eko, mengatakan KF95 dan masker model duckbill menjadi jenis yang paling banyak ditanyakan pembeli dalam beberapa hari terakhir.
“Yang banyak dicari tipe KF95, duckbill,” kata Eko saat ditemui Suara.com, Senin (7/9/2026).
Namun, tingginya permintaan tersebut tidak diimbangi ketersediaan stok. Eko mengatakan masker KF95 dan duckbill saat ini justru tidak tersedia di tokonya.
Kondisi itu membuat Eko belum dapat memastikan harga terbaru masker tersebut. Padahal, KF95 biasanya dijual sekitar Rp20 ribu.
“Biasanya dijual Rp20 ribu, sekarang nggak tahu, soalnya dari kemarin barangnya nggak ada,” ujarnya.
Tak hanya KF95 dan duckbill, sejumlah merek masker juga mulai sulit diperoleh. Eko menyebut Muson, I Care, dan One Care sebagai beberapa produk yang stoknya tengah bermasalah.
“Barang merek Muson, I Care, One Care lagi susah tuh barangnya,” katanya.
Menurut Eko, kelangkaan stok tersebut sudah terjadi sejak sehari sebelumnya seiring meningkatnya permintaan masker.
“Dari kemarin barangnya nggak ada,” ujar Eko.

Harga Masker Melonjak
Kelangkaan sejumlah jenis masker di tengah permintaan masyarakat meningkat setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, dan Lampung.
Di tengah kondisi tersebut, keluhan mengenai harga masker yang melonjak drastis turut bermunculan di media sosial. Sejumlah warga mengaku mendapati harga masker berubah berkali-kali lipat setelah melakukan pemesanan melalui marketplace.
Salah satunya disampaikan akun Threads @lydixxxxxxxxx. Ia mengaku harga masker yang semula sekitar Rp200 ribu tiba-tiba berubah menjadi Rp1,3 juta saat hendak membeli di toko daring EquipmentSupply.
"Seller alasan barang habis makanya dia naikin harga biar nggak ada yang checkout. Dia pikir pembelinya anak TK bisa dibodohin pake alasan kek gitu," tulisnya.