- Mantan gelandang Manchester United Gordon Strachan menilai Bruno Fernandes memikul beban berat sebagai tumpuan utama tim.
- Manchester United gagal menang dari Hull City tetapi menang lima banding dua atas Ipswich Town berkat hat-trick Fernandes.
- Strachan menyatakan kontribusi gol rekan setim belum merata sehingga Fernandes harus mendapat bantuan lebih besar.
Suara.com - Bruno Fernandes diprediksi mulai frustrasi karena masih harus menjadi tumpuan utama Manchester United dalam menciptakan peluang dan mencetak gol.
Penilaian tersebut disampaikan mantan gelandang Manchester United, Gordon Strachan.
Strachan menilai Fernandes terlalu sering memikul beban besar di lini depan Manchester United.
Kondisi tersebut disebut bisa membuat sang kapten merasa lelah karena kontribusi rekan-rekannya belum cukup merata.
Fernandes gagal menyelamatkan Manchester United saat takluk 0-2 dari Hull City pada laga pembuka Premier League 2026/2027.
Namun, gelandang asal Portugal itu langsung bangkit dengan mencetak hat-trick dalam kemenangan telak 5-2 atas Ipswich Town.
Tambahan tiga gol tersebut membuat Fernandes semakin menegaskan statusnya sebagai pemain paling penting di skuad asuhan Michael Carrick.
Manchester United sebenarnya memiliki sejumlah pemain kreatif setelah melakukan aktivitas transfer pada musim panas.
Youri Tielemans didatangkan untuk memperkuat lini tengah, sementara lini depan diisi nama-nama seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Marcus Rashford, Amad Diallo, dan Benjamin Sesko.
Namun, kontribusi gol masih belum tersebar secara merata. Mbeumo menjadi satu-satunya pemain Manchester United selain Fernandes yang mampu mencetak gol dalam dua pertandingan awal musim.
"Kalau saya Bruno Fernandes dan memainkan pertandingan-pertandingan ini, mungkin saya akan berpikir, 'Saya berharap seseorang benar-benar menciptakan gol hari ini atau mencetak gol yang tidak melibatkan saya'," kata Strachan kepada Daily Star.
"Di dalam pikirannya, dia mulai lelah karena selalu harus menjadi dirinya, dirinya, dirinya sepanjang waktu. Tanggung jawab yang dia pikul sangat besar," lanjutnya.
Strachan menilai Manchester United perlu membagi tanggung jawab secara lebih merata di antara para pemain.
Ia menjadikan Arsenal sebagai contoh tim yang memiliki banyak pemain dengan kemampuan menciptakan peluang dan mencetak gol.
Menurutnya, Arsenal tidak bergantung kepada satu pemain untuk menjadi sumber kreativitas sepanjang pertandingan.
Bukayo Saka, Martin Odegaard, hingga Declan Rice dinilai mampu mengambil tanggung jawab ketika tim membutuhkan dorongan.
"Saya ingin melihat tanggung jawab dibagi ke seluruh tim," ujar Strachan.
"Kalau melihat Arsenal, ada Saka, ada Odegaard, ada pemain lain yang muncul. Mereka adalah tim yang lebih komplet karena lebih banyak hal yang terjadi."
Strachan juga menyoroti peran Rice yang dinilainya mampu mengambil inisiatif untuk mengangkat permainan Arsenal.
"Untuk saat ini di Manchester United, saya tidak melihat hal itu dari pemain-pemain lainnya," katanya.
"Bruno Fernandes tentu ingin mendapat lebih banyak bantuan, terutama dalam hal kreativitas dan gol."