- Persija Jakarta mulai menggelar latihan jelang laga kontra Persib Bandung pada Sabtu (12/9/2026).
- Tiga pemain Persija yaitu Dony, Shayne, dan Kwon Chang-hoon masih berlatih terpisah akibat cedera.
- Shin Tae-yong mengeluhkan kondisi pemain yang kelelahan akibat perjalanan panjang dari Samarinda ke Jakarta.
Suara.com - Kondisi fisik dan kebugaran pemain menjadi tantangan berat Persija Jakarta dalam menyambut laga El Clasico Indonesia melawan Persib Bandung.
Skuad Macan Kemayoran mulai mematangkan strategi di Persija Training Ground, Sawangan, Depok, sejak Selasa (8/9/2026).
Menu latihan intensif langsung diberikan demi mengamankan poin penuh pada pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
![Mauricio Souza memuji kualitas Dony Tri Pamungkas dan menilai bek muda Persija itu punya kemampuan untuk mudah beradaptasi jika bermain di luar negeri. [Dok. IG Dony Tri Pamungkas]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/25/63012-mauricio-souza-memuji-kualitas-dony-tri-pamungkas.jpg)
Meskipun performa umum pemain terbilang stabil, sang pelatih Shin Tae-yong belum bisa menusuk dengan kekuatan penuh.
Proses latihan tim utama terpisah dari tiga pilar penting yang masih dibekap cedera.
Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, serta pemain asing Kwon Chang-hoon harus menjalani program pemulihan khusus di pinggir lapangan.
Shin Tae-yong mengonfirmasi langsung situasi medis yang dialami beberapa anak asuhnya tersebut usai memimpin sesi latihan.
“Iya masih ada pemain yang latihan terpisah karena mereka masih mengalami cedera,” kata Shin Tae-yong di sela latihan tim, Selasa (8/9/2026).
Masalah Macan Kemayoran tidak berhenti pada daftar cedera pemain yang terus bertambah.
Kelelahan fisik tingkat tinggi merayapi seluruh anggota tim akibat rute kepulangan yang sangat menguras tenaga dari Samarinda.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sempat melumpuhkan jadwal penerbangan reguler rombongan usai melakoni laga tandang melawan Borneo FC.
Alhasil, manajemen tim harus mengalihkan rute transit secara mendadak lewat jalur darat dan udara yang memutar.
Skenario perjalanan darat dimulai dari Samarinda menuju Balikpapan sebelum terbang menyeberang ke Yogyakarta.
Dari Yogyakarta, para pemain kembali dipaksa menempuh perjalanan darat menggunakan bus hingga tiba di Jakarta.
Estafet perjalanan panjang antarpulau tersebut memotong drastis durasi istirahat serta pemulihan kebugaran pemain.