SuaraCianjur.id- Tenaga kerja wanita (TKW) Warga Gang Edi, Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, bernama Neni Aptiani sudah pulang dan berkumpul dengan keluarganya kembali.
Ia menjadi korban kekerasan karena disiram bubur panas oleh majikan saat berada di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Neni pulang dalam kondisi yang trauma, murung, kerap menyendiri. Neni mengalami trauma berat, kakrena kekerasan yang menimpa dirinya.
"Terkadang, saat tertidur sering memukul-mukul," kata suami Neni, bernama Ujan Kamaludin.
Kepulangan Neni ke kampung halamannya dilakukan oleh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Dubai. Selama menjadi TKW di Dubai, Neni dipaksa bekerja lebih dari 24 jam hingga mengalami perdarahan akibat kelelahan.
Tak hanya itu, kebiadaban majikannya pun kerap memberikan kekerasan fisik dan psikis kepada Neni. Hingga terakhir majikan menyiram Neni dengan bubur panas, hanya karena masalah sepele yakni menaburi bawang. Bahkan setelahnya Neni dipaksa untuk menghabiskan satu panci bubur panas.
Pengakuan Neni atas aksi kekerasan dari majikannya itu bukan dilakukan sekali, namun sering. Ia pernah disuruh membersihkan rumah berlantai empat dalam waktu satu jam, hingga mengakibatkan pendarahan.
"Agen gak percaya saya pendarahan. Bilangnya drama (bersandiwara). Bahkan saya datang ke kantor (agensi) saat sedang sakit, mereka tidak percaya," kata Neni.
Neni telah melaporkan kekerasan yang menimpa dirinya kepada agensi penyalur tenaga kerja. Namun pihak agensi tidak percaya dan menyebut Neni bersandiwara.
"Dua hari menjelang penjemputan oleh KJRI dan angensi, saya tidak diberi makan oleh majikan. Sampai saat ini saya belum mendapatkan gaji selama satu bulan bekerja di sana," kata Neni Aptiani.
Setelah mengalami kejadian yang menimpa dirinya, Neni kapok untuk menjadi TKW dan memilih untuk membantu suaminya berjualan. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuknya dan keluarga.
Sumber:Suara.com