Seni Kuda Kosong, Lekatnya Cerita Mistis Suryakencana Hingga Saksi Diplomasi Mataram dan Cianjur

Suara Cianjur

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 12:37 WIB
Seni Kuda Kosong, Lekatnya Cerita Mistis Suryakencana Hingga Saksi Diplomasi Mataram dan Cianjur
Tugu Kesenian Kuda Kosong Kabupaten Cianjur (Foto Istimewa - Pemkab Cianjur)

SuaraCianjur.id- Sebuah legenda tersaji yang penuh dengan cerita mistis di dalamnya. Kesenian yang berasal dari Kabupaten Cianjur yang satu ini termasuk dalam salah satu pelestarian budaya, yang sangat dijaga.

Kuda Kosong, itulah namanya. Kesenin ini menjadi bagian paling penting dari kebudayaan yang berkaitan erat dengan sistem sosial masyarakat setempat.

Bisa dikatakan kalau Kuda Kosong adalah kesenian asli Kabupaten Cianjur yang digelar setiap setahun sekali, pada anggal 12 Juli atau ketika memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kesenian ini sangat lekat dengan sejarh berdirinya Kabupaten Cianjur. Pada masa itu, sedang berlangsung kepemimpinan Raja Mataram. Sang Raja mengetahui ada terdapat daerah kecil yang sedang dibangun, yakni Cianjur.

Kuda Kosong ada kuda dengan postur tubuh yang besar dan dibalut dengan kain hijau. Kuda tersebut berjalan sambil dikawal oleh dua orang berbaju putih.

Meskipun tidak ada orang yang menaiki kuda tersebut dan tampak kosong namun tetapi kuda ini berjalan seolah-olah sedang ditunggangi. Saat berjalan, kuda beberapa kali mengarahkan pandangan ke penonton. Kemudian mengangguk dan menunduk, layaknya memberi hormat.

Kesenian Kuda Kosong ini diambil dari sebuah peristiwa nyata namun tetapi tetap tak bisa dihindarkan dari tradisi masyarakat lokal yang masih kuat hal mistik.

Kala itu Raja Mataram mengetahui bahwa terdapat daerah kecil yang sedang dibangun yakni Cianjur. Raja Mataram pun mengirimkan surat kepada pemimpin Cianjur untuk menyerahkan upeti ke Kerajaan Mataram.

Aria Natadimanggala yang merupakan perwakilan dari pemimpin Cianjur itu menyerahkan upeti berupa tiga padi, tiga pedes (lada), dan tiga cengek (cabai rawit).

baca juga

Upeti tersebut diserahkan kepada Raja Mataram yang disambut baik oleh sang pemilik tahta Mataram. Raja terseut kemudian memberikan balasan yakni sebuah keris, kuda kerajaan, dan pohon Saparantu.

Kuda tersebut dibawa oleh Aria dengan dituntun dan tidak ditunggangi, karena untuk memberikan rasa hormat kepada pemimpin Cianjur yang ada saat itu. Sesampainya di Cianjur, kuda tersebut diarak mengelilingi kota dan menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Cianjur.

Kuda yang dibawa pulang tanpa ditunggangi kerap dikenal sebagai kuda kosong. Namun, masih banyak masyarakat Cianjur yang memaknai Kuda Kosong dengan sesuatu yang mistis. Beberapa masyarakat setempat merasa yakin kalau kuda tersebut ditunggangi oleh Suryakencana.

Suryakencana dikenal oleh masyarakat setempat, keturunan dari hasil pernikahan Raden Aria Wira Tanu (Dalem Cikundul) dengan bangsa jin. Suryakencana diyakini hadir dan kerap menunggangi Kuda Kosong tersebut.

Meskipun secara logika ini tidak rasional namun bagi warga Cianjur hal itu dihormai.

Sempat pada tahun 1998 hingga tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Cianjur melarang kesenian ini untuk ditampilkan, karena sebagain warga masih mengartikan Kuda Kosong dengan hal gaib.

Namun tahun 2006, di masa kepemimpinan Bupati Tjetjep Muchtar Soleh, pemerintah daerah melakukan pertemuan dan hasil musyawarah dengan para ulama dan budayawan, membuat kesenian Kuda Kosong bisa kembali dipertunjukan dengan menghilangkan sifat-sifat mistik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhir Pekan Ini Lepaskan Penat Bekerja di Wisata Air Terjun Curug Cibeureum Cibodas

Akhir Pekan Ini Lepaskan Penat Bekerja di Wisata Air Terjun Curug Cibeureum Cibodas

Cianjur | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 10:08 WIB

Penyebab Kecelakaan di Jalur Tengkorak Cianjur Dipastikan Kelalaian Sopir Truk, Proses Hukum Tidak Dilanjutkan

Penyebab Kecelakaan di Jalur Tengkorak Cianjur Dipastikan Kelalaian Sopir Truk, Proses Hukum Tidak Dilanjutkan

Cianjur | Kamis, 25 Agustus 2022 | 19:55 WIB

Forum Perempuan Bandung Bersatu Salurkan Bantuan bagi Para Korban Kebakaran di Ciumbuleuit Kota Bandung

Forum Perempuan Bandung Bersatu Salurkan Bantuan bagi Para Korban Kebakaran di Ciumbuleuit Kota Bandung

Cianjur | Kamis, 25 Agustus 2022 | 14:08 WIB

Sektor Pertanian Jagung Sindangbarang di Cianjur Menjanjikan Genjot Geliat Ekonomi Petani

Sektor Pertanian Jagung Sindangbarang di Cianjur Menjanjikan Genjot Geliat Ekonomi Petani

Cianjur | Senin, 22 Agustus 2022 | 20:19 WIB

Terkini

Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen

Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:21 WIB

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:14 WIB

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

×