SuaraCianjur.id- Ardhito Pramono dibuat geleng- geleng kepala setelah apa yang dilakukan oleh petugas bandara terhadap barang miliknya hingga hancur. Padahal barang miliknya tersebut digunakan untuk bekerja sebagai musisi.
Bagaimana tak kecewa, gitar Martin & Co GPCX2AE Macassar buatan Meksiko milik Ardhito Pramono itu hancur. Rusaknya gitar tersebut diduga akibat dibanting oleh petugas bandara, ketika saat hendak menaiki sebuah maskapai penerbangan.
Video yang diunggah LaTV Channel di TikTok, pada hari Kamis (8/9) tampak body gitar seharga belasan juta tersebut, pecah hingga bagian dalam terlihat.
Insiden ini terjadi saat dirinya hendak melakukan perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta. Dari keterangan yang ditulis Ardhito dalam Instagram Storynya (sekarang sudah dihapus) kalau gitar tersebut dibanting saat akan ditaruh di bagasi pesawat.
Gitar tersebut akan dipakai oleh Ardhito untuk tampil di Indonesia Bertutur 2022, yang digelar di kawasan Borobudur.
![Gitar Ardhito Pramono rusak akibat dibanting di bandara (TikTok/LaTVOfficial) [Foto Istimewa / Tangkapan Layar Media Sosial]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/09/09/1-gitar-ardhito-pramono-rusak-akibat-dibanting-di-bandara-tiktoklatvofficial.jpg)
"Cangkul kami untuk bekerja suka dibanting-banting di bandara," tulis Ardhito Pramono.
Dengan bercanda Ardhito pun menduga kalau pekerja di bagian bagasi sedang dalam kondisi kesal
"Mungkin orang bagasinya lagi bete (emoji tersenyum)," kata pria berkacamata ini.
Karena insiden tak menyenangkan itu, Ardhito Pramono akhirnya tampil tanpa menggunakan gitar. Dirinya memang tidak membawa gitar cadangan, dan berencana tidak akan bernyanyi Cigarettes of Ours dalam sementara waktu.
"Sepertinya 'Cigarettes of Ours' belum akan dimainin di beberapa panggung ke depan, teman-teman," terang Ardhito Pramono.
Belum diketahui apakah dirinya akan meminta ganti rugi terhadap pihak bandara atau maskapai penerbangan tersebut.