"Almarhum diduga sebagai informannya ibu, diancam akan dibunuh karena ancaman itu sangat kencang dari Ferdy Sambo," ungkapnya.
Pengakuan Bharada E

Bharada E pun sebelumnyatelah menungkapkan fakta terbaru jelang penembakan terhadao Brigadir J. yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri, yang terletak di Jalan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Bharada E melalui kuasa hukumnya, mengaku telah mengetahui rencana penembakan terhadap Brigadir J, dari rumah probadi Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan.
Ronny Talapessy mengatakan, ada fakta terbaru dari keliennya tersebut, kalau Bharada E sempat berdoa setelah mendapat perintah dari sang jenderal.
"Bharada E dipanggil ke lantai tiga oleh RR (Ricky Rizal) itu kemudian disuruh menembak (Brigadir J). Klien saya turun ke bawah sempat ke toilet berdoa," terang Ronny, Kamis (8/9) lalu.
Kejadian itu dilakukan sebelum mereka berangkat ke rumah dinas. Ronny pun turut menjelaskan kalau Bharada E terkejut, ketika mendengar perintah yang disampaikan oleh seniornya Bripka RR.
Bahkan Ronny turut menampik dugaan terkait berita Bharada E, yang menghubungi seseorang sebelum berangkat ke TKP.
"Enggak ada (yang dihubungi), kemarin yang disampaikan pengacara lama itu hoaks," terangnya.
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Warga Cianjur Heboh Data Pemilih Bocor dan Tersebar di Media Sosial, Tanggapan KPUD?