SuaraCianjur.id-Sebuah video yang merekam seorang guru bersama siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur menangis sambil berpelukan. Video tersebut viral di media sosial Tiktok.
Guru tersebut datang ke rumah siswa SD lantaran jarang masuk sekolah, dikira muridnya tersebut malas untuk berangkat ke sekolah, namun ternyata ada fakta justru membuat haru dan bahkan membuat hati terenyuh.
Guru bernama Endah Rosalina. Dalam video tersebut dirinya menangis ikut sedih dengan memeluk anak didiknya tersebut. Video tersebut sudah ditonton lebih dari 1,7 juta orang. Ada ribuan komentar yang turut mendukung terhadap siswa SD tersebut.
Dari hasil penelusuran, ternyata siswa SD itu bernama Raffa Dzaikra Putra, seorang siswa yang masih duduk di kelas 4 SDN 1 Pacet, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Berawal ketika guru Endah Rosalina melakukan kunjungan rumah ke kediaman murid bersama teman-teman sekelasnya.
Raffa yang jarang masuk sekolah itu membuat guruya khawatir dan disangka punya masalah atau ada penyebab lain, yang membuat dirinya tak masukkelas untuk belajar.
Ketika tiba di rumah dan mendengarkan cerita dari Raffa, guru dan murid lain justru terharu.
Raffa mengaku tidak ada yang membangunkan tidurnya saat pagi tiba. Ternyata sang Ibundan tercinta telah meninggal dunia akibat sakit yang diderita dua tahun lalu.
Setelah mendengar penuturan Raffa itu, gurunya terenyuh dan ikut terisak sambil memeluk Raffa dengan penuh kasih sayang. Endah Rosalina pun memberikan semangat kepada Raffa supaya bisa kembali rajin sekolah.
Baca Juga: Menegangkan dan Seram! Film Jailangkung Sandekala Gabungkan Cerita Horor dan Drama Keluarga
Setelah guru dan teman-temannya datang berkunjung , Raffa ‘merasa kembali semangat dan berangkat ke sekolah seperti biasa.
Endah Rosmalina, guru SDN 1 Pacet mengatakan, terkejut saat mengetahui video tersebut viral. Padahal dirinya merekam video tersebut spontan sebagai dokumentasi kegiatan saat berkunjung ke rumah anak didiknya.
"Tanpa ada niatan ingin memviralkan apalagi menyudutkan pihak mana pun. Atas kejadian tersebut saya meminta maaf khususnya kepada keluarga," kata Endah Rosmalina.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Pacet Oom Wahidah memberikan instruksi kepada para guru untuk melakukan kunjungan ke rumah kalau mendapati anak didiknya ada yang jarang masuk sekolah.
"Maka, guru kunjungan ke rumah siswa. Kebetulan waktu itu anak itu di rumah bibinya. Bapaknya serabutan kerjanya, tidak tetap," terang Oom Wahidah.
Menurutnya ibu kandung Raffa, sudah meninggal dunia sekitar dua tahun yang lalu, karena akibat kanker payudara.