Artikel The New York Times Soroti Sikap Keras Pengendalian Massa dari Polisi Indonesia di Tragedi Kanjuruhan

Suara Cianjur

Selasa, 04 Oktober 2022 | 20:32 WIB
Artikel The New York Times Soroti Sikap Keras Pengendalian Massa dari Polisi Indonesia di Tragedi Kanjuruhan
Coretan kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi Kanjuruhan Malang (Foto Ilustrasi/ Suara.com/Dimas Angga)

SuaraCianjur.id- Media raksasa The New York Times asal Amerika Serikat mengulas soal institusi Polri buntut dari penggunaan gas air mata dan pengendalian massa dalam Tragedi Kanjuruhan Malang.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada hari Sabtu (1/10) kemarin, bukan hanya menjadi sorotan dalam negeri saja, tapi dunia pun memasang mata.

The New York Times mengulas tentang aksi arogansi Polisi Indonesia, dengan menulis judul artikel ‘Deadly Soccer Clash in Indonesia Puts Police Tactics, and Impunity, in Spotlight' (Bentrokan Sepak Bola Mematikan di Indonesia Menonjolkan Taktik Polisi, dan Impunitas).

Perlu diketahui, The New York Times adalah media raksasa dari Amerika Serikat. Tentu saja hal ini cukup membuat wajah Indonesia malu, karena kinerja dari kepolisian Indonesia yang dikritik oleh mereka.

The New York Times menyampaikan kalau kepolisian dianggap termiliterisasi. Kurang terlatih dalam mengendalikan masa, dan hampir selalu tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan mereka.

Sebuah tulisan dari seorang Jurnalis Kepala Biro Asia Tenggara The New York Times, bernama Sui-Lee Wee  menyatakan jika masyarakat Indonesia menghadapi kepolisian yang disebut korup.

Mereka menggunakan kekerasan untuk menekan massa dan mereka juga tidak bertanggungjawab kepada siapapun.

Bahkan Sui-Lee Wee turut menyoroti peristiwa yang terjadi sebelumnya. Ia juga mencantumkan pendapat dari Ekonom Politik dari Murdoch University, Jacui Baker.

Baginya tragedi Kanjuruhan mengungkapkan masalah sistemik Polisi. Selain itu hal yang paling disorot selanjutnya adalah pengendalian massa.

baca juga

Menurut Jacui Baker, kalau kepolisian Indonesia kurang terlatih dalam mengendalikan massa.

“Bagi saya ini benar-benar fungsi dari kegagalan reformasi kepolisian di Indonesia,” terang Baker.

Artikel The New York Times soroti soal sikap pengendalian massa dari kepolisian Indonesia. [Foto Istimewa / Twitter]
Artikel The New York Times soroti soal sikap pengendalian massa dari kepolisian Indonesia. (sumber: Foto Istimewa / Twitter)

Jacui Baker sangat menyayangkan selama dua dekade, aktivis Hak Asasi Manusia dan Ombudsman pemerintah sudah menyelidiki tindakan kepolisian namun tidak berpengaruh. Bahkan dirinya juga turut mengatakan seperti ini.

“Mengapa kita terus dihadapkan dengan impunitas? Karena tidak ada kepentingan politik untuk benar-benar mewujudkan kepolisian yang profesional,” begitu katanya.

Bahkan tersebar pula soal video, yang memperlihatkan secara perlahan tentang aksi-aksi yang dilakukan Polisi dan massa. Tampak pelepasan gas air mata yang diarahkan ke tribun sebagai bentuk mengendalikan massa.

Hal tersebut sangatlah disayangkan, sebagai alasan untuk mencegah kericuhan yang terjadi. Tragedi Kanjuruhan menjadi duka kelam bagi seluruh masyarakat Indonesia hingga disorot dunia.

Sumber: Suara.com / Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polri Kembali Disorot Kini Dicolek Media Raksasa Amerika Singgung Gas Air Mata, Warganet: Gimana Pak?

Polri Kembali Disorot Kini Dicolek Media Raksasa Amerika Singgung Gas Air Mata, Warganet: Gimana Pak?

Cianjur | Selasa, 04 Oktober 2022 | 19:54 WIB

Arogansi Polisi Indonesia yang Disorot The New York Times di Tragedi Kanjuruhan

Arogansi Polisi Indonesia yang Disorot The New York Times di Tragedi Kanjuruhan

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 19:18 WIB

Komdis PSSI Beri Sanksi Arema FC Denda Ratusan Juta Sampai Ketua Panpel dan SO Divonis Berat Seumur Hidup

Komdis PSSI Beri Sanksi Arema FC Denda Ratusan Juta Sampai Ketua Panpel dan SO Divonis Berat Seumur Hidup

Cianjur | Selasa, 04 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Nugroho Setiawan Orang Indonesia Pemilik Lisensi Security Officer FIFA Gabung di TGIPF, Pernah Ditendang Federasi?

Nugroho Setiawan Orang Indonesia Pemilik Lisensi Security Officer FIFA Gabung di TGIPF, Pernah Ditendang Federasi?

Cianjur | Selasa, 04 Oktober 2022 | 18:26 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×