Ramai Soal Gas Air Mata, PT Pindad Beberkan Kandungan Kimia di Produk Buatannya Klaim Aman dan Teruji

Suara Cianjur

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 15:31 WIB
Ramai Soal Gas Air Mata, PT Pindad Beberkan  Kandungan Kimia di Produk Buatannya Klaim Aman dan Teruji
Dirut PT Pindad Abraham Mose (Foto Masnurdiansyah)

SuaraCianjur.id- Produsen alat pertahanan negara yang terkenal di Indonesia adalah PT Pindad. Pihaknya turut menjelaskan soal gas air mata.

Seperti yang diketahui, belakangan ini gas air mata menjadi sorotan buntut dari Tragedi Kanjuruhan Malang

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, mengatakan kalau pihaknya sudah memproduksi gas air mata sejak lama. Hingga kini apa yang telah diproduksi mereka tidak pernah mendapat komplain apapun.

"Produk tear gas ini sejak tahun 2006 sudah memproduksi dan sudah dipakai oleh kepolisian dan sudah diekspor. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada komplain terkait dengan tear gas-nya Pindad dan gas dari Pindad ini," jelas Abraham, Jumat (14/10/2022) di PT Pindad.

Abraham mengatakan, amunisi gas air mata atau Tear Gas Cartridge yang bisa disebut juga dengan riot control catridge, merupakan munisi yang saat ditambahkan, dilemparkan atau disemprotkan menghasilkan efek iritasi/perih/rasa terbakar pada mata, kulit, hidung, mulut dan saluran pernafasan.

Hal itu karena di dalamnya mengandung lacrimator chemical substance atau zat kimia yang menyebabkan iritasi.

Munisi gas air mata dengan penggunaan yang sesuai prosedur dan memperhatikan kondisi tertentu tidak akan membahayakan.

Bahan kimia yang dapat dipakai pada Gas Air Mata adalah CS (2-Chlorobenzalmalononitrile, C10H5CIN2) dan CN (2-Chloroacetophenone, C8H7CIO), namun ada beberapa bahan kimia lain yang digunakan di beberapa produk Gas Air Mata lainnya seperti CR (dibenzoksazepin, C13H9NO), dan semprotan merica/gas OC (Oleoresin Capsicum).

Untuk bahan kimia yang digunakan dalam munisi gas air mata produksi PT Pindad, seluruhnya menggunakan isian CS (2-Chlorobenzalmalononitrile, C10H5CIN2) baik yang berbentuk serbuk maupun asap. Tidak ada yang menggunakan isian bahan CN (2- Chloroacetophenone, C8H7CIO).

baca juga

"Dengan berbagai masukan dari pengguna isian CS lebih diutamakan dari sisi keamanan.  Sehingga PT Pindad tidak menggunakan isian CN,” jelasnya.

Penggunaan CS diketahui secara umum, aman digunakan secara luas sebagai bahan kandungan yang sudah menjadi standar pada gas air mata di dunia.

Dirinya juga menjelaskan kalau PT Pindad sudah memproduksi gas air mata sejak tahun 1996.

Memang produksian yang mereka buat sudah banyak digunakan untuk mendukung Polri. Termasuk sudah dilakukan ekspor di tahun 2006 hingga 2022. Adapun beberapa negara yang mendapatkan pasokan ekspor ini seperti Australia, Philipina, Thailand, Timor Leste, Malaysia dan Bangladesh.

"Isian produk gas air mata buatan Pindad tersebut juga sama dengan yang digunakan dan diproduksi di negara lain seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan,” kata Abraham Mose.

“Selama ini tidak pernah ada masalah terkait produk gas air mata buatan Pindad karena sudah sesuai standard dan melewati proses uji sebelumnya," tegas Abraham Mose menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IPW Sebut Teddy Diduga Miliki Jaringan Pengedar Narkoba

IPW Sebut Teddy Diduga Miliki Jaringan Pengedar Narkoba

Cianjur | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 13:32 WIB

Kabar Berhembus Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa Ditangkap, Benar atau Tidak?

Kabar Berhembus Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa Ditangkap, Benar atau Tidak?

Cianjur | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 13:03 WIB

Amnesty Internasional Nilai Pernyataan Polri Terkait Gas Air Mata Tidak Mematikan Dianggap Prematur

Amnesty Internasional Nilai Pernyataan Polri Terkait Gas Air Mata Tidak Mematikan Dianggap Prematur

Cianjur | Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:48 WIB

Terkini

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:29 WIB

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:23 WIB

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:05 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Banten | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:48 WIB

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Jatim | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:42 WIB

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:41 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation

ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB