Sebelumnya pejabat AS sempat menuduh pihak Cina dan Rusia, yang dianggap mendukung Pyongyang dengan gagal menegakkan sanksi Dewan Keamanan PBB secara benar.
Negara Cina dan Rusia turut mendukung sanksi lebih keras, usai uji coba nuklir terakhir yang dilakukan Korea Utara ketika tahun 2017 silam.
Tetapi pada bulan Mei keduanya, memveto dorongan yang dipimpin AS untuk lebih banyak hukuman PBB atas peluncuran rudal balistiknya yang diperbarui. (*)
Sumber: Reuters