Ridwan Kamil Bicara Warga Cabut Label Gereja di Tenda Bantuan, Bencana Tak Memilih Junjung Tinggi Sila Kedua

Suara Cianjur

Minggu, 27 November 2022 | 12:26 WIB
Ridwan Kamil Bicara Warga Cabut Label Gereja di Tenda Bantuan, Bencana Tak Memilih Junjung Tinggi Sila Kedua
Aksi pencopotan tulisan di tenda korban gempa Cianjur yang diduga dilakukan oleh warga setempat (Foto: Media Sosial Instagram)

SuaraCianjur.id- Aksi pencabutan label gereja di tenda bantuan korban Gempa Cianjur yang dilakukan oleh beberapa orang warga setempat memicu pro dan kontra.

Aksi pencabutan label tertentu di atas tenda tersebut viral di medoa sosial. Bahkan dalam hal itu membuat Bupati Cianjur Herman Suherman angkat bicara.

Menurut Herman, sehrusnya aksi warga yang melakukan pencopotan itu tidak dilakukan begitu saja, karena mungkin dari pihak yang memberikan bantuan tidak memiliki maksud apapun selain hanya berniat untuk membantu.

Namun ada baiknya dalam gerakan pemberina donasi bantaun, para donatur tidak menonjolkan label tertentu.

"Pencopotan itu salah. Tapi menonjolkan label juga tidak benar, maka dari itu kita sama-sama saling mengerti," ucap Bupati Cianjur kepada wartawan, Minggu (27/11/2022).

Dalam sebuah video yang viral, tampak tenda warna biru bertuliskan dari kain, menempel di atasnya.

Menurut perekam video kalau tenda bantuan itu berada di di pelosok wilayah Cianjur. Adapun tulisan yang dicopot oleh warga setempat itu berisikan kalimat 'Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injil Indonesia'

Tak hanya dari BUpati Cianjur saja, namun Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun turut menanggapi aksi yang dilakukan oleh warga tersebut.

Tulisan Tenda korban gempa Cianjur yang dicabut oleh warga setempat membuat Bupati Cianjur dan Gubernur Jawa Barat angkat bicara. [Foto: Instagram]
Tulisan Tenda korban gempa Cianjur yang dicabut oleh warga setempat membuat Bupati Cianjur dan Gubernur Jawa Barat angkat bicara. (sumber: Foto: Instagram)

Ridwan Kamil sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh warga setempat itu. Bahkan dirinya berharap untuk tidak terulang lagi.

baca juga

Dalam unggahan di akun Instagramnya itu, Ridwan Kamil memberikan beberapa pernyataan atas aksi dari warga yang merobek dan mencabut tulisan tersebut.

“SANGAT DISESALKAN dan TIDAK BOLEH TERULANG LAGI. Pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda oleh oknum warga setempat di tenda pengungsian di Cianjur,” kata Ridwan Kamil dikutip dari Instagramnya, Minggu (27/11/2022) .

Menurutnya sebuah bencana tidak datang kepada satu kelompok namun berdampak bagi semua orang.

"Bencana ini datang tidak pilih-pilih dan pastinya mendampaki semua orang, semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil.

Menurutnya para masyarakat yang datang membantu korban Gempa Cianjur khususnya, tidak pilih-pilih. Bantuan datang dari semua golongan dan dari semua pihak termasuk kelompok apapun. Mereka datang memberikan bantuan datang dari latar belakang yang berbeda.

“Yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih, datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya,” terang Ridwan Kamil.

“Berdirinya Bendera, spanduk, baliho, stiker dari para pemberi bantuan adalah hal yang wajar, karena mungkin itu bagian dari pelaporan pertanggungjawaban kepada para donatur yang menitipkan bantuan kepada mereka,” lanjutnya dalam keterangan itu.

Ridwan Kamil mengatakan, sila ke dua dari Pancasila harus dijunjung baik dan juga dilakukan secara bijak.

“Karenanya Sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab harus dijunjung dengan baik dan dipraktekkan dengan bijak. Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikitpun oleh unsur kebencian golongan,” ungkapnya

Ridwan Kamil mengatakan kalau dirinya sudah meminta kepada pihak Polisi supaya bisa menindaklanjuti hal itu, agar tidak terulang lagi.

“Saya sudah meminta kepolisian khususnya Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Hatur Nuhun (terima kasih),” kata dia.

Ridwan Kamil mengingatkan kendati tidak bersaudara dalam iman, namun tetap bersuadar dalam bangsa dan negara.

“Kita tetaplah bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan,” jelas dia. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Bumi Sebabkan Blok Tahanan di Lapas Cianjur Banyak Rusak, Warga Binaan Sementara Tidur Lapangan dengan Penjagaan Dibantu Raider

Gempa Bumi Sebabkan Blok Tahanan di Lapas Cianjur Banyak Rusak, Warga Binaan Sementara Tidur Lapangan dengan Penjagaan Dibantu Raider

Cianjur | Sabtu, 26 November 2022 | 11:40 WIB

Merinding Jasad Ibu dan Anak Ditemukan Berpelukan Tertimbun Longsor Gempa Cianjur, 5 Jenazah Dievakuasi

Merinding Jasad Ibu dan Anak Ditemukan Berpelukan Tertimbun Longsor Gempa Cianjur, 5 Jenazah Dievakuasi

Cianjur | Jum'at, 25 November 2022 | 11:20 WIB

Kehebatan Anjing Pelacak K9 Polri, Kerap Diturunkan di Kejadian Bencana Alam, Begini Sejarahnya

Kehebatan Anjing Pelacak K9 Polri, Kerap Diturunkan di Kejadian Bencana Alam, Begini Sejarahnya

Cianjur | Jum'at, 25 November 2022 | 11:20 WIB

Terkini

Beban Infrastruktur Membengkak, Pemprov Sulsel Usul 360 Km Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional

Beban Infrastruktur Membengkak, Pemprov Sulsel Usul 360 Km Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional

Sulsel | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:17 WIB

After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan

After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan

Entertainment | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:16 WIB

DPM Salurkan Bantuan Tas Sekolah bagi 132 Siswa Berprestasi

DPM Salurkan Bantuan Tas Sekolah bagi 132 Siswa Berprestasi

Sumut | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:15 WIB

Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita

Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:15 WIB

Hanya Kalah dari Messi dan Ronaldo, Luka Modric Ukir Sejarah Spesial di Piala Dunia 2026

Hanya Kalah dari Messi dan Ronaldo, Luka Modric Ukir Sejarah Spesial di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:15 WIB

Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam

Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:15 WIB

Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl

Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:13 WIB

Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes Saat Latihan Dasar Militer, Pemerintah: Program Tetap Lanjut

Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes Saat Latihan Dasar Militer, Pemerintah: Program Tetap Lanjut

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:12 WIB

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:06 WIB

Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung

Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:05 WIB