"Untuk tulisannya memang ada tulisan menyampaikan bahwa 'produk RKUHP adalah produk kafir dan produk seperti itu Mari kita berantas penegak hukum' tulisannya seperti itu. Ini untuk bahan penyelidikan kita, yang lebih lanjut untuk penyisiran," terang Kapolda Jabar.
Irjen Pol Suntana juga mengatakan, jasad dari terduga pelaku bom bunuh diri itu kini masih dilakukan penyelidikan, untuk kembali memastikan identitas pelaku tersebut.
"Data-data pelaku bom bunuh diri sedang kami Identifikasi dan kami akan kroscek, dengan hasil sidik jari yang kita dapatkan sesudah kegiatan ini,” tegas Jenderal bintang dua ini. (*)
Kontributor : Yudistira