SuaraCianjur.id- Ada hal penting yang harus diperhatikan bagi para korban perundungan, andai saja tidak bisa melupakan pengalaman yang menimpanya.
Rasa emosi yang bisa berbuah menjadi rasa dendam, dinilai lebih berbahaya bagi kesehatan mental seseorang. Bahkan hal ini juga bisa mempengaruhi kehidupan para korban perundungan.
Orang-orang disekitar harus bisa memberikan bantuan dan bisa membantu mereka, untuk bisa mengontrol dan mengeluarkan rasa dendamnya dengan cara yang baik dan benar.
Picu Rasa Cemas
Bagi korban yang kerap menerima perilaku buruk di lingkungannya, atau dirundung oleh orang disekitarnya akan menimbulkan sikap waspada. Ada rasa cemas dan takut yang terlahir dari kejadian yang menimpanya, karena takut hal itu terjadi lagi.
Bahkan para korban perundungan selalu, waspada dan cemas dengan apa yang ada disekitarnya.
Melansir dari laman halodoc, ada juga korban perundungan mengalami depresi. Hal ini terjadi lantaran rasa sakit hati yang dipendam tidak tersalurkan secara baik.
Situasi yang dialami oleh seseorang yang mengalami hal ini, bisa berlanjut dalam waktu jangka panjang. Rasa sedih yang mendalam, akan mempengaruhi relasi, pekerjaan dan tidak bisa menikmati hidup secara tenang.
Stres Pasca Trauma
Rasa dendam dalam diri juga bisa memicu gangguan stres pasca trauma, kalau saja pengalaman buruk yang dirasakan masih tersemat dalam rasa seseorang.
Dengan situasi atas kilas balik dari pengalaman buruk yang dialaminya, menyebabkan para korban perundungan tidur bisa menikmati waktu tidurnya. Bahkan dia juga menjadi overthinking, memiliki tekanan emosional, termasuk akan membayangi kehidupan orang dengan gangguan pasca trauma.
Rasa panic disorder seperti biasanya terlihat atau ditandai dengan mengubah rutinitas, menciptakan kebiasaan baru, dan menghindari situasi tertentu, yang mungkin mengingatkan akan peristiwa trauma tersebut.
Sebagi bentuk dari copyng system perlindungan, atas pengalaman buruk yang ingin dilupakan, kondisi panic disorder bisa muncul.