SUARA CIANJUR- Kabar Indonesia untuk menjadi Piala Dunia U17 2023 terungkap. Sejauh ini rumor beredar kalau Indonesia diprediksi akan menggantikan Peru untuk menjadi tuan rumah.
Menurut Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, secara tegas mengatakan sejauh ini belum ada pembhasan antara FIFA dan PSSI soal, oengajuan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U17.
Termasuk ketika pertemuan Erick Thohir dengan Gianni Infantino, di pertemuan beberapa waktu kemarin.
"Sampai kemarin belum ada pembicaraan ketika Pak Erick, bertemu dengan Presiden FIFA Pak Gianni. Belum ada pembicaraan ke sana, jadi kita belum bisa untuk mengajukan apa pun. Apalagi kan kita, karena kita gak bisa menyelenggarakan, kan kita gak terlalu pede-pede banget juga untuk dikasih atau apa," terang Arya, dikutip dari Suara.com, Rabu (12/4/2023).
Mungkin saja kalau FIFA membuka pintunya kepada Indonesia untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah, maka bisa saja hal itu terwujud.
"Mungkin nanti kalau FIFA membuka ruang gitu misalnya, Indonesia pun dikasih ruang oleh FIFA untuk mengajukan seperti kemarin Argentina, kenapa tidak. Tapi kita tetap nunggu proses FIFA bagaimana," ungkapnya.
Soal wacana Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U17 mencuat ke publik, usai Peru dicoret oleh FIFA karena dinyatan tidak siap dalam segi infrastruktur.
Kendati belum ada komunikasi lebih lanjut, soal Piala Dunia U17 2023 di Indonesia, namun Arya menyatakan kalau Indonesia akan siap, bila FIFA memberikan lagi kepercayaannya untuk menggelar pertandingan sepakbola dunia.
"Kalau kesiapan infrastruktur kita siap, stadion kita siap, kemarin panitianya juga siap sebenarnya untuk menyelenggarakan U20, yang harusnya bulan sekarang ini. Itu saya rasa kalau untuk panitia, untuk infrastruktur, semua sih siap PSSI," terangnya.
Baca Juga: Luizinho Passos Cari Bibit Penjaga Gawang Potensial di Akademi Persib
Seperti yang diketahui kalau Indonesia juga sudah mendapatkan hukuman kartu kuning dari FIFA. Hal itu didapat karena sudah gagal menggelar Piala Dunia U20.
Hukuman tersebut berupa pembekuan dana bantuan, dalam pengembangan sepakbola di tanah air, yakni FIFA Forward. (*)