Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas

Bangun Santoso

Senin, 25 Mei 2026 | 20:36 WIB
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
Ilustrasi Bullying. (unsplash.com/@la fabrica)
baca 10 detik
  • Staf Khusus Kemendikdasmen, Rita Pranawati, mengungkapkan bahwa hanya 46 persen kasus perundungan sekolah yang berhasil diselesaikan secara tuntas.
  • Rendahnya penyelesaian kasus disebabkan oleh korban yang berpindah sekolah tanpa pendampingan akibat trauma serta rasa malu orang tua.
  • Pemerintah menerapkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 untuk mengutamakan pendekatan preventif dalam melindungi siswa dari kekerasan fisik dan digital.

Suara.com - Pemerintah mengakui penanganan kasus kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menghadapi persoalan serius.

Mantan Komisioner KPAI yang kini menjabat Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T Kemendikdasmen, Rita Pranawati, mengungkap hanya 46 persen kasus yang berhasil diselesaikan.

Hal tersebut disampaikan Rita dalam seminar bertajuk “Budaya Sekolah Aman dan Nyaman” pada sesi diskusi mengenai regulasi Budaya Aman dan Nyaman yang tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

“Dulu waktu masih di KPAI ya, menyelesaikan kasus itu ternyata hanya 46 persen kasus-kasus yang bisa selesai,” kata Rita di Gedung A, Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, rendahnya angka penyelesaian kasus dipengaruhi banyak faktor, salah satunya korban yang memilih pindah sekolah tanpa pendampingan lanjutan akibat rasa malu atau trauma.

“Karena kalau anaknya ter-bully, punya kasus, kadang-kadang orang tuanya malu kemudian pindah tanpa tahu ke mana. Jadi kasus rehabilitasinya tidak selesai,” ujarnya.

Rita menilai kondisi tersebut menjadi alasan utama pemerintah menitikberatkan pendekatan promotif dan preventif dalam regulasi baru mengenai budaya sekolah aman dan nyaman.

“Kalau sudah jadi kasus itu berat penanganannya. Kondisinya juga tidak mudah,” katanya.

Ia menambahkan, dampak kekerasan terhadap anak tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, tetapi juga bisa mempengaruhi masa depan korban apabila pemulihan tidak berjalan optimal.

baca juga

“Tapi kalau tidak pulih, masa depannya menjadi sangat sulit,” ucap Rita.

Dalam regulasi baru ini, pemerintah memperluas cakupan perlindungan tidak hanya pada kekerasan fisik di sekolah, tetapi juga ruang digital.

Rita menyoroti tingginya waktu penggunaan gawai anak yang mencapai 7 hingga 8 jam per hari.

“Screen time anak-anak kita 7 jam Bapak, Ibu. PR banget itu. Delapan jamnya di sekolah, delapan jamnya tidur, delapan jamnya main HP,” katanya.

Karena itu, pemerintah mendorong seluruh pihak mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat ikut terlibat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Jadi promotif dan preventif agar setiap anak juga merasa nyaman,” pungkas Rita. (Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying

Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:24 WIB

Berawal dari Latihan Sepatu Roda, Anak 16 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Berawal dari Latihan Sepatu Roda, Anak 16 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:51 WIB

Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?

Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:58 WIB

Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban

Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:40 WIB

Pernah Jadi Korban Bullying, Rapper Dindin Beberkan Kisah Pilu saat SMA

Pernah Jadi Korban Bullying, Rapper Dindin Beberkan Kisah Pilu saat SMA

Your Say | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:13 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Terkini

Kenapa Pintu Kayu Bisa Longgar dan Menyusut Sendiri? Ini 7 Penyebab Lengkap Tipsnya

Kenapa Pintu Kayu Bisa Longgar dan Menyusut Sendiri? Ini 7 Penyebab Lengkap Tipsnya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Mengapa Bank Mandiri Mau Jadi Bohir Gadai Saham Haji Isam Senilai Rp73 T?

Mengapa Bank Mandiri Mau Jadi Bohir Gadai Saham Haji Isam Senilai Rp73 T?

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Lille Bawa Calvin Verdonk untuk Laga Kontra Arsenal di Liga Champions, Berpeluang Lakoni Debut

Lille Bawa Calvin Verdonk untuk Laga Kontra Arsenal di Liga Champions, Berpeluang Lakoni Debut

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:21 WIB

RJ Mitte, Pemeran Walter White Jr. di 'Breaking Bad' Tutup Usia di 34 Tahun

RJ Mitte, Pemeran Walter White Jr. di 'Breaking Bad' Tutup Usia di 34 Tahun

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Komnas HAM Dalami Dasar Hukum Komdigi Takedown 486 Konten Aksi Agustus 2026

Komnas HAM Dalami Dasar Hukum Komdigi Takedown 486 Konten Aksi Agustus 2026

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:19 WIB

96 Orangutan Kalimantan Masuk Penanganan di Tengah Karhutla, Kemenhut Ungkap Kondisinya

96 Orangutan Kalimantan Masuk Penanganan di Tengah Karhutla, Kemenhut Ungkap Kondisinya

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Batam Blackout: Penyebab Diduga Hewan Liar Masuk Gardu, PLN Siapkan Kompensasi

Batam Blackout: Penyebab Diduga Hewan Liar Masuk Gardu, PLN Siapkan Kompensasi

Batam | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Sidang Wabup Iwan Tuaji Ungkap Dugaan Uang Rp872,5 Juta, Berawal dari Janji Proyek Rp10 Miliar

Sidang Wabup Iwan Tuaji Ungkap Dugaan Uang Rp872,5 Juta, Berawal dari Janji Proyek Rp10 Miliar

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Sinopsis Still a Family, Dracin Komedi Keluarga Fan Wei dan Jiang Xin

Sinopsis Still a Family, Dracin Komedi Keluarga Fan Wei dan Jiang Xin

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Remaja di Sukatani Bekasi Tewas Usai Terlibat Duel Celurit 1 Lawan 1

Remaja di Sukatani Bekasi Tewas Usai Terlibat Duel Celurit 1 Lawan 1

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:12 WIB

×