SUARA CIANJUR- Arus mudik Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah sudah mulai bergerak, banyak masyarakat yang mulai bergeser menuju kampung halamannya.
Mereka bergerak dari mulai berbagai arah dan tujuan. Sistem keamanan pun ditingkatkan dalam proses pengawalam masyarakat yang melaksanakan mudik tahun ini.
Prediksi katanya akan ada 120 juta pemudik yang bakal menempuh perjalanan menuju kampung halaman dan sekitar 12,1 persen pergerakan mudik berada di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Terkait dengan hal pengamanan, maka Polda Jawa Barat memberikan rasa keamanan dan mengatasi arus mudik Lebaran tahun ini dengan berbagai langkah, termasuk langkah antisipatif. Hal ini untuk memberikan rasa nyaman kepada para pemudik.
Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo, selain para personel lalu lintas yang turut berjaga dan mengawal pergerak para pemudik, mereka juga katanya akan menanam penembak jitu di titik jalur mudik 2023, demi mencegah hal determinasi.
“Jadi dalam upaya menyelamatkan nyawa kita harus mengantisipasi dan mempersiapkan semuanya. Kita siapkan personel penembak jitu, yang bisa membackup kondisi itu,” ungkap Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Kata dia kalau ada personel sniper yang disiagakan Polda Jawa Barat, agar bisa menghalau tindak kejahatan ringan sampai dengan pelaku kejahatan berat seperti terorisme.
Penempatan penembak jitu itu kata Ibrahim Tompo akan disesuaikan dengan lokasi dan titik kerawanan kejahatan.
“Mengantisipasi kejahatan saat arus mudik kita mempunyai beberapa sasaran salah satunya teroris, kejahatan dengan kekerasan, dan pencurian dengan kekerasan. Hal-hal ini memang kejahatan yang tidak bisa ditoleransi,” jelas Kombes Pol. Ibrahim Tompo beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Resep Kue Putri Salju untuk Lebaran, Renyah dan Lembut Bersatu
Namun begitu, semua kembali diserahkan kepada masing-masing personel untuk mempertimbangkan tentang kondisi tang pas dan tepat ketika mengambil sebuah tindakan. (*)