SUARA CIANJUR- Chiraptophobia, yang juga dikenal sebagai takut pada sentuhan, adalah kondisi di mana seseorang mengalami ketakutan atau kecemasan yang berlebihan terhadap sentuhan orang lain.
Hal ini dapat menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman atau bahkan panik dalam situasi sosial di mana sentuhan merupakan bagian dari interaksi.
Chiraptophobia umumnya timbul sebagai akibat dari pengalaman trauma masa lalu, seperti pelecehan seksual atau kekerasan fisik.
Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi sebagai akibat dari kondisi medis tertentu, seperti gangguan autisme atau gangguan sensorik.
Dikutip dari sebuah buku "The Encyclopedia of Phobias, Fears, and Anxieties" karya Ronald M. Doctor dan Ada P. Kahn, dikemukakan bahwa chiraptophobia dapat memengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan.
Mereka menyatakan bahwa, "Ketakutan akan sentuhan dapat menyebabkan seseorang menghindari situasi sosial dan fisik, serta dapat menghambat kemampuan untuk membentuk hubungan dekat dengan orang lain."
Dalam kasus yang lebih parah, terapi perilaku kognitif mungkin perlu dikombinasikan dengan obat-obatan untuk mengurangi gejala kecemasan dan membantu seseorang untuk mengatasi chiraptophobia.
Namun, pada umumnya, dengan dukungan dan pengobatan yang tepat, seseorang dengan chiraptophobia dapat belajar untuk mengatasi ketakutan mereka dan memperbaiki kualitas hidup mereka. (*)
(*/Haekal)