5. Tari Toping Toping
Tari Toping Toping merupakan jenis tarian tradisional yang asalnya dari suku Batak Simalungun yang biasanya ada pada acara duka cita untuk kalangan keluarga kerajaan. Tarian ini sering disebut dengan Huda Huda yang memiliki dua bagian.
Bagian pertama, Huda Huda yang terbuat dari kain dan mempunyai paruh burung enggang yang menyerupai kepala burung enggang. Konon, burung enggang akan membawa roh orang yang meninggal untuk menghadapi yang kuasa.
Bagian kedua adalah manusia dengan memakai topeng yang disebut Dalahi. Dalahi digunakan oleh laki-laki sehingga wajah topeng ini menyerupai wajah laki-laki. Adapula topeng Daboru yang dipakai oleh perempuan dan menyerupai wajah perempuan.
6. Tari Maena
Tari Maena merupakan tarian dengan gerakan simpel dan sederhana, namun mengandung makna kegembiraan, kemeriahan kebersamaan yang tentunya tidak kalah menarik dengan tarian-tarian yang ada di nusantara. Bahkan, tarian ini tidak memerlukan keahlian khusus karena gerakannya yang terbilang sederhana.
Namun tantangannya adalah pada rangkaian pantun-pantun maena. Biasanya, pantun maena ini akan dibawakan oleh 1-2 orang dan disebut sebagai Sanutuno Maena. Sedangkan untuk syairnya disuarakan oleh orang banyak yang ikut dalam tarian maena yang disebut sebagai seni atau Uno.
Tari Persembahan disebut juga sebagai Tari Sirih. Tarian ini dibawakan oleh sepasang muda-mudi mengenakan kostum adat khas Melayu. Sesuai dengan namanya, tarian ini dibawakan untuk menyambut tamu penting yang berarti sebagai ungkapan selamat datang dalam penghormatan tertinggi.
Baca Juga: Tembus 500 Ribu Penonton di Hari Pertama Tayang, Pengabdi Setan 2 Bakal Kalahkan KKN di Desa Penari?
Gerakan tarian persembahan ini boleh dibilang memesona. Biasanya, tarian ini kerapkali sebagai pembuka acara pada berbagai event.
8. Tari Balase
Tarian Baluse atau dikenal juga dengan tarian Fataele merupakan tarian perang khas Suku Nias. Tarian ini hanya dilakukan oleh lelaki yang kuat dan juga gagah dengan mengenakan pakaian perang. Pakaiannya adalah perpaduan warna merah dan kuning. Selain itu, penarinya ditambah dengan perisai baluse dan tombak sepanjang dua meter.
Tarian ini dipimpin oleh seperti komando ahli perang. Ia kemudian memberi aba aba kepada penari untuk membentuk formasi berjajar panjang yang terdiri dari empat jajar.
Sumber: Suara.com