- Timnas Indonesia U-17 kalah 0-2 dari Qatar pada pertandingan Grup B Piala Asia di Jeddah, Sabtu (9/5/2026).
- Kegagalan penalti Mathew Baker dan kelemahan transisi pemain menjadi faktor utama kekalahan Garuda Asia dari Qatar.
- Indonesia wajib meraih poin saat melawan Jepang dan berharap Qatar kalah agar dapat lolos ke perempat final.
Suara.com - Momentum emas melalui titik putih tak mampu dimanfaatkan Timnas Indonesia U-17 saat kalah 0-2 dari Qatar pada matchday kedua Grup B Piala Asia U-17 2026 di Jeddah, Sabtu (9/5/2026).
Kapten tim, Mathew Baker, gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-15 setelah sepakannya digagalkan kiper Qatar, Bakri Mohamed. Hasil tersebut memengaruhi mental permainan Garuda Asia.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya. Ia menilai tim sudah tampil disiplin meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
"Saya mengapresiasi kerja keras pemain, terutama kedisiplinan mereka sepanjang pertandingan," ujar Kurniawan dikutip dari keterangan PSSI, Minggu (10/5/2026).
Transisi Jadi Sorotan

Timnas Indonesia sempat mengimbangi permainan, namun dua gol Qatar pada babak kedua melalui Ayokunle Tokode (57’) dan Dhiaeddine Benyatla (66’) menjadi penentu laga.
Kurniawan menilai timnya kurang siap saat kehilangan bola sehingga lawan mampu memanfaatkan celah transisi dari menyerang ke bertahan.
Kekalahan ini membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen Grup B dengan tiga poin, di bawah Qatar yang unggul head-to-head. Jepang memimpin klasemen dengan enam poin dan memastikan lolos ke perempat final.
Skenario Lolos ke Perempat Final
Peluang Indonesia untuk melaju ke fase gugur kini bergantung pada laga terakhir fase grup. Garuda Asia wajib meraih kemenangan atau minimal hasil imbang saat menghadapi Jepang pada Selasa (12/5/2026).
Selain itu, Indonesia juga berharap Qatar kalah dari China di laga lainnya. Kombinasi hasil tersebut menjadi satu-satunya skenario agar peluang ke perempat final tetap terbuka.
Turnamen ini juga menjadi jalur kualifikasi menuju Piala Dunia U-17, sehingga setiap poin sangat menentukan bagi masa depan skuad muda Indonesia, demikian Antara.