Bagi yang sedang berpuasa sunnah Tasua dan Asyura, setelah memasuki waktu berbuka atau bedug magrib, maka dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa. Adapuni bacaan latin doa buka puasa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yakni sebagai berikut.
Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."
Sejarah Puasa Asyura
Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram memiliki sejarah panjang dalam pandangan Islam. Sebab puasa ini sudah dilakukan oleh kaum Yahudi jauh sebelum agama Islam datang.
Dalam tradisi kaum Yahudi, puasa Asyura yang dilakukan pada hari ke-10 Tishri atau 10 Muharram merupakan bentuk syukur atas kemenangan Musa bersama Bani Israel dari musuh, Fir’aun dan kelompoknya.
Sementara puasa Asyura dalam perjalanan sejarah Islam berkaitan dengan kejadian di mana Nabi Muhammad pertama kali hijrah ke Madinah. Beliau mendapati kaum Yahudi yang merayakan hari ke-10 Tishri. Nabi Muhammad pun bertanya tentang puasa mereka.
"Ini adalah hari yang baik bagi kami. Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israel dari gempuran musuh-musuh mereka. Karena itu, sebagai ungkapan rasa syukur, Musa AS berpuasa pada hari ini," kata kaum Yahudi.
Nabi Muhammad kemudian memberi respon, “Kami lebih layak mengikuti jejak langkah Musa AS.”
Baca Juga: Polisi Tembak 2 Perampok Maut yang Habisi Nyawa Wanita di Sumut
Sejak saat itu, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada 10 Muharram. Namun, agar tidak menyerupai syariat kaum Yahudi, Nabi Muhammad juga memerintahkan untuk berpuasa pada satu hari sebelum dan setelahnya.
Artinya, dianjurkan bagi kamu umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a), 10 dan 11 Muharram. Anjuran tersebut didapati dari hadis riwayat Ahmad.